Hadiri Milad Ke-25 LAM Kota Batam, Wagub Nyanyang Ajak Masyarakat Jaga Eksistensi Melayu

14 September 2025 310 Views No. Rilis: 557/RILIS-DISKOMINFO/IX/2025

DISKOMINFO KEPRI - Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura menghadiri puncak Milad Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepulauan Riau Kota Batam ke-25 yang dikemas dalam kegiatan Silaturahmi Akbar Ormas/Paguyuban se-Kota Batam, bertempat di Dataran Engku Putri, Batam Centre, Ahad (14/9).

Kegiatan ini mengusung tema "Batam Bertanjak" yakni sebagai ikon budaya baru sekaligus identitas Melayu Batam. Kegiatan inipun dihadiri paguyuban, ormas, tokoh adat dan masyarakat Kota Batam dengan menampilkan berbagai atraksi kesenian, parade busana tradisional hingga baju kurung Melayu terbaik.

Wagub Nyanyang dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kepri merupakan salah satu rumah bagi masyarakat Rumpun Melayu yang ada di Indonesia. Sebagai suku asli, keberadaan Suku Melayu, juga dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak mudah.

Dalam hal ini, arus besar globalisasi dan modernisasi, yang semuanya dapat saja menggerus eksistensi dan nilai-nilai pelestarian kebudayaan. Bersyukur, ujar Nyanyang, LAM dengan peran strategisnya, dapat terus menjaga nilai-nilai adat istiadat dan budaya Melayu

"Sebagaimana pepatah mengatakan Tak kan Melayu Hilang di Bumi", satu sisi hal itu menunjukan betapa kuatnya peran LAM untuk selalu menjaga nilai-nilai adat, kearifan lokal dan ketaatan terhadap tradisi Melayu, sebagai fondasi kehidupan bersama, " jelas Nyanyang.

Wagub Nyanyang berharap, kegiatan Batam Bertanjak kali ini, bukan sekadar ungkapan puitis semata. Melainkan semangat refleksi dari masyarakat Melayu semua, bagaimana masyarakat Melayu mampu melompat maju secara pesat, tanpa melupakan nilai-nilai luhur yang menjadi pedoman kehidupan.

Tak lupa Wagub juga mengucapkan tahniah ke- 25 untuk LAM Kota Batam. Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Kota Batam dan Provinsi Kepri, sebagai daerah yang tidak sekedar maju secara ekonomi, tapi juga kokoh secara moral budaya dan adat istiadat.

Sementara itu Walikota Batam Amsakar Ahmad mengakui, bahwa kegiatan Batam Bertanjak yang meriah pada puncak acaranya ini, adalah wujud nyata, bahwa budaya Melayu harus terus hidup dan berkembang, di tengah - tengah masyarakat Kota Batam.

Terlebih, sambung Amsakar yang juga bergelar Dato' Setia Amanah ini, kegiatan kali ini, menjadi ajang silaturahmi seluruh ormas atau paguyuban yang ada di Kota Batam. Karenanya seluruh masyarakat harus berkomitmen bersama, menjaga Kota Batam selalu aman dan nyaman.

"Kita ingin kegiatan ini menjadi wujud aktualisasi nyata, bahwa kita harus selalu bersama, bahu-membahu saling menghormati sesama anak bangsa, agar harmoni dan keragaman selalu terawat di Kota Batam Bandar Dunia Madani tercinta, " harapnya.

Adapun Ketua Umum LAM Kota Batam YM Dato’ Wira Setia Utama Raja Haji Muhammad Amin menyampaikan, kalau kegiatan Batam Bertanjak ini akan menjadi ikon budaya baru sekaligus identitas Melayu di Kota Batam. Dimana Melayu harus terus menjadi tuan di negeri sendiri.

Apalagi, sambung Dato' Amin, LAM Kota Batam sudah menetapkan setiap tanggal 10 September menjadi hari bertanjak di Kota Batam. Sehingga pada tanggal tersebut akan diperingati dan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan yang bercirikan budaya Melayu.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pengucapan Sumpah Setia Kepada Melayu Sebagai Payung Negeri dan deklarasi Batam Bandar Dunia Madani yang Aman Serta Damai oleh 25 perwakilan ormas dan paguyuban se-Kota Batam.

Kegiatan Batam Bertanjak sendiri makin meriah, selain dihadiri perwakilan ormas, paguyuban serta masyarakat, tak ketinggalan penampilan menarik dari artis Rojer Kajol bersama grup musik Melayu Malaykustik Asal Malaysia, makin menambah semarak dan serunya kegiatan.

Hadir pada kesempatan tersebut Anggota DPD RI Ria Saptarika, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafrudin, Mantan Kapolda Kepri Yan Fitri Halimansah, Kabinda Kepri Brigjen TNI Bonar Panjaitan, Ketua DPRD Kota Batam Muhammad Kamaludin dan hadirin undangan lainnya.(fik)

Lampiran & Dokumentasi :