Hadiri Lokakarya FKUB, Sekdaprov Adi: Kerukunan Umat Tanggung Jawab Bersama

27 Juli 2025 321 Views No. Rilis: 422/RILIS-DISKOMINFO/VII/2025

DISKOMINFO KEPRI - Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara, menghadiri kegiatan Lokakarya Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Regional Sumatera yang diselenggarakan di Hotel CK Tanjungpinang, Ahad (27/7).

Kegiatan ini direncanakan berlangsung selama dua hari, 27 hingga 29 Juli 2025, menghadirkan para tokoh lintas agama dan perwakilan FKUB dari seluruh wilayah Sumatera.

Dalam sambutannya, Sekdaprov Adi menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau merupakan miniatur kebhinekaan Indonesia.

Adi memaparkan, masyarakat Kepri terdiri dari berbagai latar belakang suku bangsa seperti Melayu (29,97%), Jawa (22,2%), Batak (12,43%), Minang (9,71%), Tionghoa (7,70%), hingga Bugis, NTT, Sunda dan lainnya.

Dari sisi agama, komposisinya juga sangat beragam, dengan mayoritas Muslim (78,03%), diikuti Protestan, Buddha, Katolik, Khonghucu dan Hindu.

"Keberagaman adalah keniscayaan. Bukan penghalang, tetapi kekayaan yang harus kita rawat bersama. Dalam konteks ini, FKUB memiliki peran penting dalam menumbuhkan saling pengertian dan toleransi," kata Adi.

Adi menekankan, FKUB harus menjadi jembatan komunikasi yang efektif antar umat beragama, terutama dalam mencegah konflik horizontal yang kerap kali dipicu oleh miskomunikasi dan ketiadaan ruang dialog.

Menurutnya, tantangan era digital seperti penyebaran ujaran kebencian dan radikalisme juga harus diantisipasi secara serius.

“FKUB harus mampu bertransformasi mengikuti zaman. Pendekatan digital dalam edukasi masyarakat adalah keharusan,” lanjutnya.

Adi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, FKUB, aparat keamanan dan masyarakat sipil agar upaya menjaga kerukunan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Ia menegaskan, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam menciptakan ketenteraman sosial.

Dirinya pun mengajak FKUB untuk membangun kemitraan lebih luas dengan lembaga pendidikan, ormas, media massa, serta komunitas pemuda dan perempuan guna memperkuat jangkauan gerakan toleransi.

“Tantangan menjaga kerukunan adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa,” katanya lagi.

Adi turut mengapresiasi capaian Provinsi Kepri dalam menjaga harmoni kehidupan beragama. Ia menyebutkan bahwa selama tiga tahun terakhir, Kepri konsisten berada di peringkat tiga besar nasional dalam Indeks Kerukunan Umat Beragama, bahkan menempati peringkat pertama nasional pada tahun 2022 dengan skor 85,78.

“Ini buah dari kerja bersama, kolaborasi FKUB dan pemerintah. Mari kita jadikan forum ini sebagai titik tolak baru memperkuat peran FKUB, tak hanya sebagai penjaga kerukunan, tapi pelopor rekonsiliasi dan perekat bangsa,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Kepulauan Riau, Handarlin Umar, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lokakarya ini merupakan momentum penting untuk menyatukan persepsi dan memperkuat koordinasi antar FKUB di Sumatera. Ia pun menilai, forum ini dapat memperkaya strategi dalam memperkokoh moderasi beragama di tengah masyarakat.

“Dengan spirit kebersamaan, mari kita satukan langkah menjadikan Sumatera sebagai model kerukunan nasional. Kami di FKUB Kepri siap terus bersinergi dengan semua pihak demi menjaga harmoni yang telah terbangun selama ini,” ujarnya.

Handarlin juga menyatakan bahwa keberadaan FKUB harus terus diperkuat dari tingkat pusat hingga daerah. Menurutnya, kerukunan umat bukanlah sesuatu yang hadir secara otomatis, tetapi harus terus dirawat dan dijaga dengan kerja sama semua pihak.

“Melalui lokakarya ini, kita berharap bisa menyamakan persepsi, menyusun langkah bersama dan memperkuat semangat kebangsaan untuk menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Sumatera. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat luas,” tutup Handarlin. (Ky)

Lampiran & Dokumentasi :