Wagub Nyanyang Buka Rembuk Pancasila Seri IV Digelar di Unrika Batam, Tekankan Peran Generasi Muda Cegah Radikalisme

10 Februari 2026, 16:05 WIB 190 kali dibaca
Wakil Gubernur
Wagub Nyanyang Buka Rembuk Pancasila Seri IV Digelar di Unrika Batam, Tekankan Peran Generasi Muda Cegah Radikalisme

DISKOMINFO KEPRI - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Rembuk Pancasila Seri ke-4 Tahun 2026 di Universitas Riau Kepulauan (Unrika) Batam, Selasa (10/2/2026).

Foto bersama. (Ziqri/DISKOMINFO KEPRI)

Kegiatan ini mengangkat tema “Peran Generasi Muda dalam Upaya Mencegah Paham Radikalisme, Ekstremisme, Terorisme, dan Intoleransi di Provinsi Kepulauan Riau.”

Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura.

Dalam sambutannya, Nyanyang menegaskan bahwa Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik wilayah yang sangat strategis sekaligus rentan terhadap masuknya berbagai pengaruh, termasuk paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila.

“Kepri adalah provinsi kepulauan dengan wilayah perbatasan yang sangat luas, berbatasan langsung dengan Singapura, Malaysia, dan sejumlah negara Asia Tenggara lainnya. Jalur transportasi internasional seperti Selat Malaka dan Selat Singapura dilintasi puluhan ribu kapal setiap tahun. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi kita,” ujar Nyanyang.

Ia menyebutkan, Kepulauan Riau memiliki lebih dari 2,3 juta penduduk, dengan ratusan pulau berpenghuni serta ratusan desa dan kelurahan yang tersebar di wilayah perbatasan.

Kondisi tersebut menuntut penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman ideologi yang kuat.

Menurut Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepri terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan manusia.

Salah satunya melalui kebijakan SMA gratis serta dukungan akses pendidikan bagi masyarakat di wilayah pulau-pulau.

“Indeks Pembangunan Manusia Kepri saat ini berada di peringkat atas secara nasional. Ini modal penting menuju Indonesia Emas 2045. Namun semua itu harus dibarengi dengan penguatan nilai Pancasila agar generasi muda tidak mudah terpengaruh paham radikal dan intoleran,” tegasnya.

Nyanyang juga mengajak mahasiswa untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama sila keempat dan kelima yang menekankan musyawarah, keadilan, serta persatuan dalam keberagaman.

Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Kepulauan Riau, Muhamad Iksan, dalam laporannya menyampaikan bahwa Rembuk Pancasila dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah serta Peraturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2024 tentang arah kebijakan pembinaan ideologi Pancasila.

“Rembuk Pancasila ini menjadi ruang diskusi dan silaturahmi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan generasi muda dalam rangka memperkuat nilai-nilai Pancasila di Provinsi Kepulauan Riau,” jelas Iksan.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini antara lain memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang bahaya radikalisme, ekstremisme, terorisme, dan intoleransi, mendorong peran aktif pemuda dalam menjaga persatuan, serta memperkuat sinergi antara pemerintah, kampus, dan pemuda.

Rembuk Pancasila Seri IV Tahun 2026 ini diikuti sekitar 100 peserta, yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Universitas Riau Kepulauan Batam.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari pelaksanaan Rembuk Pancasila sebelumnya yang telah digelar di Batam, Tanjungpinang, dan Karimun.

Adapun narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan dari unsur Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta aparat penegak hukum yang membidangi pencegahan terorisme.

Turut hadir dalam kegiatan ini Rektor Universitas Riau Kepulauan Batam Prof. Sri Langgeng Ratnasari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau Darson, serta sejumlah tamu undangan lainnya.(iw)

Editor: SN Sumber: Iw