LINGGA - Gelak tawa memenuhi Lapangan Kantor Bupati Lingga, Senin (25/11) malam. Sekda Lingga, Juramadi Esram dan Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lingga, Heryulita Alias Wello juga tak kuasa menahan tawa. Ikut terpinggal-pingkal bersama masyarakat Daik.
Pasalnya tarian yang dibawakan Sanggar Seri Seni Melayu asal Pekanbaru, memang kocak. Lima orang penari laki-laki berdandan ala ibu-ibu pedagang kaki lima. Mereka memang mengambil tema tarian kehidupan pedagang kaki lima, di Pasar Cik Puan Pekanbaru.
Pedagang yang tidak memiliki ijin berjualan, kerap diuber Satpol PP. Aksi itulah yang mereka tarikan dengan kocak. Menggunakan keranjang motor dan beberapa keranjang berisi sayuran, mereka tunggang langgang dikejar Satpol PP.
Akai itu berhasil mengocok perut penonton. Termasuk Ketua PGRI Kepri, Drs. HZ. Dadang. AG yang tak kuasa menahan tawa saat sayuran berterbangan. Sekitar seribu penonton riuh rendah menyaksikan aksi penari.
“Mereka ini mahasiswa yang menjadi penari profesional. Mereka sudah sering tampil di Cina, Thailand, Singapura, Malaysia dan berbagai kota di Indonesia,” sebut Sunardi, Penata Tari tersebut. Selain mereka, tampil pula 70 orang gabungan siswa yang membawakan tarian kolosan.
Para siswa itu membawakan tarian Lingga Terbilang. “Mereka itu sudah tiga bulan latihan. Dibawah bimbingan Dinas Kebudayaan Lingga,” ujar Sekda Lingga, Juramadi Esram. Namun bintang panggung malam itu adalah Ratu Jerembang, yang malam itu khusus berganti nama menjadi Ratu Jebong.
Dengan Sanggar Langgam Selatan, Ratu Jebong tampil memukau mengajak para penonton berjoget dangkong bersama. Para pendaki Gunung Daik dari beberapa negara juga tak segan turun ke lantai joget. Diiringi live music Melayu, mereka bergoyang mengikuti irama serampang laut.
Pendaki asal Penang dan Melaka, Malaysia berjoget penuh semangat. Namun juaranya adalah perwakilan dari Kementerian Pariwisata. Mengenakan tanjak Melayu, ia turun berjoget hingga empat lagu.
Ratu Jebong tambah bersemangat, saat mendapat saweran dari penonton yang ikut menari. Malam Semarak Lingga Terbilang 2020 itu ditutup dengan bersama-sama menyanyikan lagu Gelang Sipatu Gelang.
Malam pesta rakyat tersebut adalah penutupan dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-16 Kabupaten Lingga. Sebelumnya juga digelar painting festival, dengan para pelukis dari beberapa negara ASEAN unjuk kebolehan. Ada pula ceramah agama.
Juga ada lomba kreasi masakan dari bahan baku sagu, pameran, hingga pendakian Gunung Daik oleh pendaki dari negara ASEAN. Juga dibagikan 3000 makanan secara gratis untuk para penonton. Stand Pemprov Kepri juga membagikan makanan ringan berupa ubi, jagung dan kacang rebus.
Panitia juga memilih dua penonton yang setia selama tiga malam mengikuti perhelatan tersebut. Penghargaan penonton setia diserahkan oleh Sekda dan Ketua Tim Penggerak PKK Lingga.