Perpustakaan Kepri Pertahankan Akreditasi A, Pelayanan Digital Diapresiasi

29 Juli 2025, 16:40 WIB 621 kali dibaca
Pemprov Kepri
Perpustakaan Kepri Pertahankan Akreditasi A, Pelayanan Digital Diapresiasi

DISKOMINFO KEPRI – Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi yang dikelola Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri berhasil mempertahankan akreditasi “A” dengan nilai 91,17 usai menjalani visitasi oleh tim asesor dari Perpustakaan Nasional RI, Selasa (29/7/2025).

Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kepri, Misni, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut.

Ia menegaskan bahwa akreditasi A ini menunjukkan bahwa pelayanan perpustakaan di Provinsi Kepri sudah sangat baik. Terlebih Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi telah menerapkan sistem layanan berbasis digital.

“Akreditasi ini dilakukan setiap lima tahun sekali oleh Perpusnas RI. Tahun 2019 lalu kita juga mendapat predikat A, dan pada 2025 ini kembali berhasil mempertahankannya. Ini bukti nyata bahwa pelayanan kita, baik fisik maupun digital telah memenuhi standar nasional,” ujar Misni.

Misni juga mengimbau masyarakat Kepri untuk memanfaatkan keberadaan perpustakaan ini secara maksimal sebagai sarana peningkatan literasi dan budaya membaca.

Ia menekankan bahwa perpustakaan terbuka bagi siapa saja, baik yang ingin datang langsung maupun mengakses layanan secara daring melalui platform digital yang telah disediakan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri, Herry Andrianto, menyampaikan bahwa proses akreditasi ini penting sebagai upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan serta regulasi turunannya.

“Dengan akreditasi, kita mendapatkan pengakuan dan dorongan untuk terus berinovasi, meningkatkan layanan, serta memperkuat posisi perpustakaan sebagai pusat informasi dan edukasi masyarakat,” ujar Herry.

Suasana perpustakaan Perpustakaan Muhammad Yusuf Al-Ahmadi. (Sumber: Youtube Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kepri)

Herry menyatakan terdapat cukup banyak tantangan dihadapi Perpustakaan Raja Muhammad Yusuf Al-Ahmadi. Seperti keterbatasan SDM dan anggaran.

Namun komitmen untuk terus meningkatkan layanan dia sebut tetap kuat. Salah satunya berkat dukungan Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepri yang menjadikan perpustakaan sebagai motor penggerak literasi.

"Akreditasi ini bukanlah akhir, tetapi awal untuk terus menjaga nilai-nilai kejujuran, keikhlasan, tanggung jawab, dan profesionalisme dalam pelayanan publik" pungkasnya. (ron)


Penerapan sistem layanan berbasis digital Perpustakaan Muhammad Yusuf Al-Ahmadi mendapatkan apresiasi dari tim asesor Perpustakaan Nasional RI. (Foto: Diskominfo Kepri)

Editor: SN Sumber: Ron