[19.06, 26/6/2025] Bg Andri (KOMINFO): DISKOMINFO KEPRI - Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) Provinsi Kepulauan Riau resmi terbentuk.
Terbentuknya Satgas ini setelah Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengukuhkan formasi Satgas PASTI di Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Provinsi Kepri, Pulau Dompak, Kamis (26/6).
Pengukuhan ditandai dengan penyematan pin Satgas PASTI oleh Gubernur Ansar Ahmad kepada Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau.
Ini sebagai simbol dimulainya sinergi antar lembaga dalam memberantas aktivitas keuangan ilegal di wilayah Kepri.
Satgas PASTI dibentuk berdasarkan Keputusan Ketua Satuan Tugas Penanganan Kegiatan Usaha Tanpa Izin di Sektor Keuangan Nomor KEP-2/SPASTI/2024.
Dalam keputusan itu Kepala Kantor OJK di tingkat provinsi ditugaskan sebagai Ketua Satgas daerah.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Polda menjabat sebagai Wakil Ketua. Sedangkan jabatan sekretariat diisi oleh pejabat OJK yang membawahi pengawasan perilaku pelaku usaha jasa keuangan, edukasi, dan perlindungan konsumen.
Pengukuhan ini diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepri dan dilanjutkan dengan rapat koordinasi perdana Satgas PASTI tingkat provinsi.
Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap pembentukan Satgas PASTI.
Ansar menyatakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberantas praktik-praktik keuangan ilegal yang semakin marak.
“Gap antara literasi dan inklusi keuangan yang masih besar menjadi celah bagi oknum tidak bertanggungjawab untuk menjalankan aktivitas keuangan ilegal," ujar Gubernur Ansar.
Ini ditegaskan Gubernur menjadi PR bersama.
"Aktivitas seperti pinjaman online ilegal, investasi bodong, dan penipuan keuangan harus kita hentikan,” tambah Gubernur.
Dalam melaksanakan tugasnya Satgas PASTI tidak hanya bersifat reaktif, tetapi juga edukatif dan preventif.
Kehadiran Satgas PASTI di Provinsi Kepulauan Riau ditekankan Ansar adalah langkah strategis.
"Ia tidak hanya untuk menindak, tetapi juga mencegah lewat edukasi yang menyeluruh kepada masyarakat,” pungkasnya.
Ansar berharap sinergi antara Satgas PASTI, OJK, serta seluruh pemangku kepentingan dapat menciptakan sistem keuangan yang aman, inklusif, dan menyejahterakan masyarakat.
Dirinya mengajak seluruh pihak yang menjadi bagian dari Satgas PASTI agar berkomitmen menciptakan lingkungan keuangan yang aman.
“Dengan keberadaan Satgas PASTI, mari kita pastikan akses keuangan daerah benar-benar terealisasi dan mampu melindungi masyarakat dari jeratan keuangan ilegal,” pungkas Gubernur.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya selaku Ketua Satgas PASTI menyampaikan bahwa pembentukan satuan tugas ini adalah bentuk konkret OJK dalam melindungi masyarakat dari risiko keuangan ilegal.
“Kami akan melakukan pendekatan preventif melalui edukasi masyarakat. Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menjadi kunci utama agar Satgas ini efektif,” ujarnya dalam sambutan.
Pada kesempatan itu, Gubernur Ansar juga menyerahkan secara simbolis bantuan subsidi margin UMKM, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi Petani, serta Plaket Duta Literasi Keuangan Provinsi Kepri 2025.
Acara ditutup dengan rapat koordinasi antaranggota Satgas PASTI Provinsi Kepulauan Riau, yang bertujuan menyusun langkah-langkah strategis serta merumuskan program kerja yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. (zah)
[19.19, 26/6/2025] Bg Andri (KOMINFO): BKMT Kepri Gelar Festival Shalawat Sambut Tahun Baru Islam 1447 H
DISKOMINFO KEPRI - Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (26/6/2025), menggelar Festival Sholawat dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1447 Hijriah.
Festival shalawat dilaksanakan di halaman Gedung Daerah, Tanjungpinang, dibuka secara resmi Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.
Festival bertema: "Merajut Ukhuwah, Bersholawat Bersama", menggambarkan ajakan untuk senantiasa melantunkan shalawat di mana pun berada sebagai bentuk kekaguman dan cinta umat Islam kepada sosok Nabi Muhammad SAW.
Festival Shalawat ini diikuti oleh 34 grup yang berasal dari SMA/SMK/MA serta perwakilan dari BKMT se-Kepri.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui lantunan sholawat yang penuh kekhusyukan.
Ketua BKMT Kepri, Dewi Kumalasari Ansar menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
"Dengan bershalawat kita mengungkapkan rasa cinta dan rindu kita kepada Rasulullah SAW melalui lantunan doa dan pujian kepadanya," kata Dewi Ansar.
Festival Shalawat ini dikatakan Dewi juga merupakan sarana memperkuat ukhuwah islamiah dalam membangun masyarakat yang religius dan damai, khususnya kalangan remaja.
“Kami ingin menanamkan nilai-nilai keislaman agar generasi muda lebih dekat dengan agama, mencintai syiar Islam dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Shalawat ditekan Dewi bukan hanya tradisi, tetapi juga bentuk syiar yang membentuk karakter Islami.
Sementara itu, Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutannya mengapresiasi penuh inisiatif BKMT Kepri dalam mengadakan kegiatan yang membawa dampak positif bagi pembinaan mental dan spiritual masyarakat.
“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, karena membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan religius merupakan fondasi penting dalam membangun masa depan daerah dan bangsa kita,” ujarnya.
Gubernur Ansar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mencintai syiar Islam dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya masyarakat Kepri.
Festival Shalawat ini dikatakan sebagai momen reflektif dan spiritual yang sangat indah.
"Mari kita jadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai awal untuk memperkuat keimanan, mempererat persaudaraan dan membangun Kepri yang sejuk, damai dan religius,” ucapnya.
Lewat shalawat umat Islam diajak untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah langkah strategis dalam membangun karakter bangsa yang religius dan berakhlak. Pemerintah Provinsi Kepri akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini yang memperkuat spiritualitas dan kebersamaan masyarakat,” tutupnya. (Ky)