DISKOMINFO KEPRI - Di Gedung DPR RI, Selasa (16/08), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo berpidato mengenai Penyampaian Pengantar /Keterangan Pemerintah atas RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2023 beserta Nota Keuangannya. Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Hj. Marlin Agustina menyimak dengan seksama pidato tersebut melalui video conference dari Gedung Daerah, Tanjungpinang.
Pidato Kepresidenan dalam Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I DPR-RI Tahun Sidang 2022 - 2023 ini merupakan pidato kepresidenan kedua yang disampaikan Presiden Jokowi di hari yang sama setelah sebelumnya Ia menyampaikan pidato pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-77 Kemerdekaan RI.
Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPR RI Puan Maharani dan dihadiri Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pimpinan dan para anggota DPR RI, Ketua dan pimpinan serta Anggota DPD RI dan MPR RI, para Ketua dan Pimpinan Lembaga Negara, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Jaksa Agung, Panglima TNI, Kapolri, dan Kepala Lembaga Pemerintahan.
Pada penyampaian pidato kedua tersebut, Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin berganti gaya dengan mengenakan setelan jas setelah sebelumnya memakai pakaian adat masing masing dari Bangka Belitung dan Solo.
Presiden Jokowi mengawali pidatonya dengan memamerkan capaian Indonesia yang mendapatkan apresiasi sebagai salah satu negara yang berhasil mengatasi pandemi dan memulihkan ekonominya dengan cepat. Ia menyampaikan pemulihan ekonomi Indonesia dalam tren yang terus menguat, tumbuh 5,01% di Triwulan I dan menguat signifikan menjadi 5,44% di Triwulan II 2022.
"Sektor-sektor strategis seperti manufaktur dan perdagangan tumbuh secara ekspansif, didukung oleh konsumsi masyarakat yang mulai pulih serta solidnya kinerja ekspor. Neraca perdagangan telah mengalami surplus selama 27 bulan berturut-turut. Sektor manufaktur yang mengalami pemulihan kuat menopang tingginya kinerja ekspor nasional. Hal ini mencerminkan keberhasilan strategi hilirisasi industri yang kita jalankan sejak 2015." Ujar Presiden
Kemudian mantan Walikota Solo ini menyebutkan belanja negara dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun. 5,6 persen dari total RAPBN tersebut atau sebesar Rp169,8 triliun dianggarkan untuk sektor kesehatan.
"Gambaran besar arsitektur RAPBN 2023 adalah sebagai berikut. Belanja negara dalam RAPBN 2023 direncanakan sebesar Rp3.041,7 triliun yang meliputi, belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.230,0 triliun, serta Transfer ke daerah Rp811,7 triliun. 5,6 persen untuk anggaran kesehatan akan diarahkan untuk melanjutkan penanganan pandemi, reformasi sistem kesehatan, percepatan penurunan stunting, serta kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional" papar Presiden Jokowi.
Presiden mengutarakan target pertumbuhan ekonomi pada 2023 sebesar 5,3 persen (year on year/yoy). Ini lebih besar dibanding target pemerintah di APBN 2022 sebesar 5,2 persen. Target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia ini menandakan pemulihan ekonomi terus berjalan setelah pada 2021 ekonomi Indonesia bertumbuh 3,69 persen karena dampak pandemi Covid-19.
"Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan sebesar 5,3 persen. Kita akan berupaya maksimal dalam menjaga keberlanjutan penguatan ekonomi nasional," ujarnya,
Sebelumnya dalam Pidato Pembukaan Masa Persidangan I DPR-RI Tahun Sidang 2022 - 2023, Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan apresiasi terhadap langkah Presiden Jokowi dalam pertemuan G7 dan pemimpin-pemimpin negara yang sedang berkonflik beberapa waktu lalu. Menurut Puan, langkah tersebut sejalan dengan amanat UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
"DPR RI sendiri akan ikut berperan dalam menyukseskan Presidensi Indonesia di G20. Penyelenggaraan P20, yang merupakan forum ketua parlemen negara-negara G20, akan menjadi momentum dalam memperkuat kolaborasi untuk menghadapi tantangan global pada masa yang akan datang," kata Puan.
Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022–2023 DPR RI dimulai sejak hari ini, atau Selasa, 16 Agustus hingga 31 Oktober 2022 yang akan datang. Turut mendampingi Gubernur Ansar dan Wagub Marlin dalam video conference tersebut Sekdaprov Adi Prihantara, Asisten I Raja Heri Mokhrizal, Asisten II Luki Zaiman, Plt. Asisten III Misbardi, Staf Ahli Bidang Pemerintah dan Hukum Muhammad Dali, serta Staf Ahli Bidang Kesra Mahadi Rahman. (ron)