Gubernur Buka Sosialisasi 4 Pillar Kebangsaan yg diselenggarakan oleh Badan Kesbangpol Kepri

BATAM-DISKOMINFO - Gubernur Provinsi Kepulauan Riau Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si membuka langsung kegiatan sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang dipusatkan di Hotel Harmoni One, Batam Center , Selasa (10/7).

Kehadiran Gubernur yang berpakaian  batik tersebut yang didampingi Asisten 2 Syamsul Bahrum,, Phd,  kepala DKP Raja Sofyan disambut langsung Kepala badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi kepulauan riau , Ir. Lamidi, MM.

Pada kesempatan tersebut juga hadir Ketua komisi 1 DPRD Provinsi Kepri Abdurahman LC, didampingi Sukri Fahrial, Ruslan Kasbulatov, Sarafuddin Aluan, serta Anggota Komisi 1 lainnya. Bertindak sebagai Narasumber wakil ketua komisi Taba iskandar SH, MH, M.Si. Kasiter Korem 033 /WP Kolonel TNI Marpaung dan Ir.Lamidi, MM di akhir acara.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyambut baik kegiatan tersebut, hal ini penting dilakukan dalam kerangka memperkuat NKRI,ungkapnya.

Gubernur juga meminta agar hal ini terus dilakukan untuk menjaga keutuhan bangsa, dan perlu diingat sejarah masa lalu bagaimana bangsa ini bisa bersatu melalui persatuan Bahasa Indonesia. Kita punya kemajemukan dengan aneka  suku, bangsa dan bahasa serta agama, ungkapnya . Pada kesempatan tersebut Gubernur juga membuat quiz hadiah sepeda dengan pertanyaan Hari Kebangkitan Nasional jatuh pada tanggal berapa? Dijawab perserta pada 20 Mei ,lalu meluncurkan sepeda sport yang diserahkan Kepala Badan Kesbangpol Ir. Lamidi, MM. Peserta Sosialisasi 4 pilar kebangsaan di ikuti kalangan pelajar, mahasiswa ,OKP Pemuda Pancasila, Tagana, serta masyrakat kota .

Setelah dikota Batam kegiatan selanjutnya akan dilaksankan di Kabupaten Karimun dan Kabupaten Lingga dengan target peserta berasal dari kalangan pelajar , mahasiswa , serta masyarakat .

Sementara itu dalam materinya ,Taba Iskandar dengan lugas mengupas satu persatu materi 4 pilar. Mulai dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika serta NKRI.

Salah satu uraiannya mengungkap tentang Bhineka Tunggal Ika yang merupakan bagian dari kemajemukan, berbeda beda tetap satu. Dan perbedaan tersebut merupakan sunatulah, perbedaan jangan jadi perpecahan tapi untuk kita bersatu, ungkapnya.

“Bersatu kita teguh bercerai kita runtuh”,ungkapnya dengan nada lugas. Taba juga mengingatkan untuk terus menjaga sifat gotong royong yang merupakan ciri khas bangsa ini, hal tersebut dapat di pupuk melalui organisasi.

Kolonel TNI Marpaung dalam materinya mengambil judul “Empat Konsensus Dasar Kehidupan Bangsa dan Bernegara”.

Sementara itu Lamidi, dalam kesimpulanya menyebutkan bangsa ini sudah cukup lama dijajah, dijajah hampir  350 tahun oleh bangsa asing termasuk jepang 3,5 tahun. Untuk itu kita harus perkuat semangat cinta tanah air menjaga negara ini.  Lamidi juga berpesan untuk menghindari narkoba, serta pelanggaran HAM , 4 pilar kebangsaan tersebut  akan tetap ada sampai akhir zaman dan Jadikan perbedaan pendapat untuk persatuan dan kesatuan, ungkapnya.

Panitia acara baik Herman Prasetya,SE, AK, MAK serta Safaruddin mengaku lega dan senang, acara dapat terselenggara dengan lancar, semoga kerjasama ini dapat terus ditingkatkan. (Sugiarto Doso Saputro, S.SOS)