Embarkasi Hang Nadim Batam Berangkatkan 12.940 Orang CJH

Tanjungpinang, DISKOMINFO - Embarkasi Hang Nadim Batam tahun ini akan memberangkatkan 12.940 orang calon jemaah haji (JCH).

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau Subadi melalui sambungan telepon di Batam, Selasa, mengatakan, JCH yang berangkat dari Bandara Hang Nadim dibagi dalam 27 kelompok terbang.

"Empat provinsi yang bergabung dengan Embarkasi Batam, yaitu Kepulauan Riau, Riau, Jambi dan Kalimantan Barat," ujarnya.

Menurut dia, jemaah asal Kepri akan berangkat pada kelompok terbang 1, 19 dan 27, sementara jemaah asal Riau tergabung dengan kelompok terbang 2-10, kemudian jemaah asal Kalimantan Barat dan Jambi masuk gelombang 2, kloter selanjutnya.

"JCH Kloter 1 Embarkasi Hang Nadim Batam dijadwalkan berangkat pada 18 Juli 2018, sehari setelah pemberangtan kloter 1 nasional," katanya.

Subadi menjelaskan Kloter 1 masuk asrama haji 17 Juli 2018 sekitar pukul 09.00 WIB, dan berangkat pada 18 Juli 2018.

Selama di Asrama Haji Batam, para jamaah akan diberikan konsumsi tiga kali makan dan dua kali makanan selingan, yang semuanya ditanggung dari Biaya Perjalanan Ibadah Haji yang telah dibayarkan.

Kloter 1 Embarkasi Hang Nadim Batam terdiri dari jamaah asal Provinsi Kepulauan Riau, yaitu dari Kota Tanjungpinang, Natuna, Kepulauan Anambas, Lingga dan Batam.

Ia mengatakan, sesuai dengan ketentuan Kementerian Agama, maka seluruh jamaah harus dikarantina di asrama haji selama 24 jam untuk mengikuti berbagai kegiatan dan menerima berbagai hak.

"Yang harus disampaikan kepada jamaah antara lain dokumen, pembagian paspor dan visa," kata dia.

Setelah itu, jamaah harus melalui pemeriksaan kesehatan untuk mengetahui apakah laik melanjutkan perjalanan ke Tanah Suci.

Selain itu, jamaah juga masih akan melalui pembinaan melalui kepala regu dan kepala rombongan untuk menyamakan persepsi mengenai tugas dan ibadah yang dilaksanakan jamaah selama menjalankan haji.

"Termasuk mengenai pembayaran dam, itu harus dibicarakan di Tanah Air agar tidak terjadi hal tidak diinginkan," kata Subadi.

Jamaah juga masih akan melakukan manasik haji terakhir untuk menyamakan persepsi.

"Apabila ada perbedaan fiqih dari daerah, apabila ada yang perlu dikonsultasikan, jangan sampai ada ganjalan," katanya.(asikk1)