Masyarakat Pulau Laut Natuna Minta Pemprov Semenisasi Jalan

TANJUNGPINANG - Sejumlah masyarakat pulau Laut Kabupaten Natuna meminta pemerintah Provinsi Kepri untuk segera melakukan semenisasi pada akses jalan di kecamatan pulau Laut Natuna.

Pasalnya,  Jalan penghubung sepanjang 2 kilometer ditiga desa Kecamatan di pulau yang menjadi Perbatasan NKRI Ujung Utara Indonesia ini masih berkondisi tanah merah.

Hal ini disampaikan Camat Pulau Laut Sudirman saat dihubungi dari Tanjungpinang, (2/7)

"Jalan yang menjadi akses satu – satunya didesa air payang, kadur dan tanjungpala untuk menuju ke pemerintahan kecamatan pulau laut sudah 11 tahun dirasakan masyarakat pulau laut," ujar Sudirman.

Sebelumnya, lanjut Sudirman Pemerintah Provinsi Kepri membuka jalan sepanjang 2 kilometer ini sejak tahun 2007 lalu.

"Namun hingga kini, akses jalan ini belum juga dilakukan semenisasi jalan, sehingga mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat yang melewatinya," tegas Sudirman.

Apalagi,lanjut Sudirman saat musim hujan jalan ini becek dan musim panas jalan ini berdilakukan sedebu dan berlubang.

“Masyarakat saya dipulau laut mengeluh, dengan kondisi jalan yang berlubang, becek ketika hujan dan berdebu ketika panas, bahkan ada masyarakat saya terjatuh melewati jalan ini menuju kekantor camat”, kata Sudirman.

Menurut Sudirman,kecamatan pulau laut merupakan bagian dari Pulau Perbatasan di Provinsi Kepulauan Riau, pulau yang sangat jauh dan pulau yang berada diujung utara NKRI.

“Untuk itu, kami memohon Pak Gubernur untuk membantu bangun jalan kami diperbatasan ini, sudah 11 tahun jalan ini belum disemenisasi”, kata Sudirman lagi.

Sementara itu, Pejabat sementara (PJS) kepala desa Air Payang Edi Sentano, meminta kepada Pemerintah Provinsi Kepri untuk  memprioritaskan perbaikan akses jalan sepanjang 2 kilometer tersebut.

Supaya akses bagi masyarakat desa air payang, kadur dan tanjungpala menggunakan jalan ini bisa mudah ke pusat pemerintahan Kecamatan Pulau Laut.

“Saya harapkan Pemerintah Provinsi Kepri cepat untuk memperhatikannya, mengingat pulau ini merupakan daerah perbatasan NKRI yang ada di Provinsi Kepri," kata Edi.

Sementara itu, Oni yusaino masyarakat pulau laut berharap pemerintah provinsi kepulauan riau segera membantu untuk menseminisasi jalan sepanjang dua kilometer yang masih bertanah menjadi bagus dan bisa dilaluinya dengan aman.

“Inikan jalan umum bang, saya berharap pemerintah provinsi kepri bisa membantulah karena saya sebagai masyarakat pekerja pengeret batu (pengangkut batu)  melalui jalan ini sangat terganggu sekali, karena jalan ini kurang mengizinkan, kita merasa bergoyang, badan merasa sakit karena jalan berlobang”, kata Oni.(Asikk2)