Pangarmarda: Banyak Pelanggaran yang Dilakukan Penyeludupan Beras

Tanjungpinang, Diskominfo - Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Yudo Margono, menyatakan sedikitnya tiga pelanggaran yang dilakukan penyeludup 5 ribu ton beras di perairan Kepulauan Riau baru-baru ini.

"Dua kapal kargo asing yang berhasil ditangkap Tim Western Fleet Quick Response Lantamal IV Tanjungpinang serta Lanal Batam berusaha menyelundupkan beras di Perairan Teluk Sebong Bintan beberapa waktu yang lalu," kata Yudo yang dihubungi Antara di Tanjungpinang, Jumat.

Ia mengatakan, MV Alkar Trust dan MV Kar Trust, kapal asing yang gagal membawa 5 ribu ton.

Yudo mengatakan nahkoda MV Alkar Trust melayarkan kapal tidak sesuai dengan rute pelayaran berdasarkan "port clearance", dan juga selama pelayaran dari Madagaskar, MV Alkar Trust mematikan AIS. 

"Selain itu kedua kapal juga melakukan kegiatan Ship To Ship (STS) tanpa izin Syahbandar dalam kegiatan transfer muatan di tengah laut dan bukan di pelabuhan resmi. Ketiga pelanggaran tersebut merupakan tindak pidana pelayaran," ujar Pangarmada I.

Ia menjelaskan kedua kapal masuk wilayah Indonesia tanpa adanya Penunjukan Keagenan Kapal Asing, serta melaksanakan lego jangkar di luar "lay out lego" jangkar yang ada yakni titik koordinat lego atas perintah dari pihak perusahaan.  

Selain itu kapal sempat melaksanakan kegiatan Fumigasi tanpa ijin dari pihak Karantina, sehingga kuat dugaan adanya campur tangan oknum dari instansi tertentu yang mengizinkan kedua kapal tersebut untuk melaksanakan kegiatan "ship to ship".   

"Dan pelanggaran yang terakhir adalah melakukan tindak pidana keimigrasian," katanya.

Perkembangan dari hasil pemeriksaan bahwa dari hasil pengecekan urine para anak buah negatif dan tidak ditemukan adanya narkoba. Sedangkan Hasil pengecekan terhadap muatan beras tidak ditemukan adanya organisme pengganggu tumbuhan karantina sehingga aman dikonsumsi.

Saat ini kedua kapal lego jangkar diperairan Tanjung Sengkuang dibawah pengawasan dan penjagaan ketat Lanal Batam dalam rangka penyelidikan lebih lanjut.