Klinik Kemasan Kepri Tidak Populer Tetapi Bermanfaat

Klinik Kemasan milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau selama ini kurang populer di tengah masyarakat, nun sudah memberi manfaat yang besar dalam peningkatan Industri Kecil dan Menengah (IKM).

Kepala Disperindag Kepri Burhanudin, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, Klinik Kemasan berhasil memperkuat perekonomian warga pesisir melalui peningkatan kualitas barang yang diproduksi.

"Klinik Kemasan hanya dikenal kalangan pelaku IKM, namun selama ini berhasil mendorong produk IKM berkualitas," katanya.

Ia mengatakan pelaku usaha kecil dan menengah di pesisir maupun kawasan lainnya mendapat bantuan berupa pelatihan, peralatan untuk kemasan, dan label. Bantuan itu diberikan agar barang yang dijual di pasar menarik perhatian konsumen.

Burhanudin menambahkan, pemerintah menyadari sebagian barang yang diproduksi pelaku IKM selama ini kurang diperhatikan konsumen lokal, wisatawan domestik maupun wisman, meski kualitas barang yang dijual tidak kalah saing.

Salah satu permasalahan yang dihadapi pelaku IKM yakni kemasan pada barang yang dijual kurang menarik, apakah itu berupa makanan, perhiasan maupun barang kerajinan tangan lainnya.

Disperindag kabupaten dan kota memiliki kewajiban untuk mendorong peningkatan kualitas barang yang diproduksi, termasuk bantuan dalam bentuk lainnya. Sementara Disperindag Kepri melalui Klinik Kemasan berperan mempercantik barang yang diproduksi, dan pemberian label pada barang kemasan yang dijual.


Kemasan yang menarik dianggap sebagai syarat untuk menarik perhatian konsumen sebelum menyentuh pada isi dalam produk kemasan tersebut. Kemasan yang menarik juga meningkatkan nilai pada barang dijual.

"Ada ratusan label yang sudah kami berikan kepada para pelaku IKM. Ini sebagai bentuk penguatan perekonomian warga pesisir," ujarnya.