Dorong Pemerintah Pusat Operasionalkan Proyek Pembangunan Di Daerah

TANJUNGPINANG-DISKOMINFO- Terkait dengan banyaknya proyek pembangunan yang dibangun pemerintah pusat di daerah yang belum dimanfaatkan dan dioperasionalkan dengan baik.

Kepala Dinas Perhubungan Jamhur Ismail mengatakan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah pusat untuk segera mengoperasionalkan beberapa pembangunan yang menggunakan anggaran pusat tersebut dapat dilanjutkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat.

"Lumayan banyak pembangunan yang bersumber dari APBN tersebut yang belum dapat dimanfaatkan, padahal proyek tersebut sudah memakan waktu yang besar," ungkap Jamhur di Tanjungpinang beberapa waktu lalu.

Jamhur menyayangkan dengan kondisi seperti ini, padahal pembangunan yang bersumber dari anggaran pusat tersebut tidak sedikit dan malah rusak sebelum dipergunakan.

"Sayang sekali, pembangunannya yang memakan biaya besar namun terkendala dan jadi bangunan yang tak terawat," ungkap Jamhur.

Padahal, lanjut Jamhur jika saja proyek tersebut dilanjutkan kembali atau diserahkan ke pemerintah Daerah untuk di kelola mungkin saja sudah beroperasi.

"Namun nyatanya proyek itu dibiarkan begitu saja, dan tidak diserahkan ke pemerintah daerah, sehingga tidak dapat dioperasikan bahkan rusak sebelum digunakan," ungkap Jamhur.

Diungkapkan Jamhur, ada beberapa pelabuhan yang dibangun dengan anggaran pemerintah pusat APBN yang hingga kini belum dapat dioperasionalkan kan.

"Seperti pelabuhan Dompak, pelabuhan Tanjung berakit Bintan , dan beberapa pelabuhan lainnya yang berkondisi sama," ungkap Jamhur.

Dilanjutkan Jamhur, masing-masing pelabuhan memang memiliki persoalan berbeda-beda, namun Ia percaya jika persoalan tersebut benar-benar ditangani dengan baik, dicarikan solusinya serta diserahkan kepemerintahan daerah untuk mengelolanya mungkin kondisinya akan berbeda.

"Untuk itu, dorongan kepada pemerintah pusat terus kami lakukan, sehingga proyek pembangunan didaerahnya yang dibangun pemerintah pusat tidak terbengkalai begitu saja," tegas Jamhur.(asiik2)