Legislator Minta Pemprov Kepri Bayar Gaji Guru

Kepri, DISKOMINFO - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau dari Fraksi Keadilan Sejahtera minta pemerintah setempat untuk membayar gaji ribuan honorer dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang mengabdi di SMA sederajat dan Sekolah Luar Biasa.

Ketua Fraksi Keadilan Sejahtera DPRD Kepri, Ing Iskandarsyah, di Tanjungpinang, Senin, berharap Pemprov Kepri dalam pekab ini membayar gaji hak para guru honorer dan GTT.

"Mereka sudah melaksanakan kewajiban di sekolah, seharusnya mendapatkan hak setiap bulan tepat waktu. Uang gaji itu penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga," kata Iskandar, yang juga anggota Komisi II DPRD Kepri.

Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti permasalahan yang dialami Pemprov Kepri sehingga belum membayar gaji para guru honor dan GTT tersebut.

Iskandar merasa iba melihat nasib para guru dan keluarganya. Sejumlah guru honor dan GTT menyampaikan bahwa sejak Februari 2018 hingga sekarang terpaksa memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara berutang.

"Kalau tidak dengan cara itu, mereka tidak makan," ucapnya.

Keterlambatan pembayaran gaji ini, kata dia menyebabkan sejumlah guru mencari pekerjaan sampingan. Bahkan ada guru yang bekerja sebagai buruh dan tukang ojek.

"Sampai sekarang belum ada kepastian kapan gaji mereka dibayar pemprov. Ada yang berhutang sana sini untuk memenuhi kebutuhan anak istri.
Kemaren kami sempat bantu tiga guru honor, karena kasian belum menerima gaji," tuturnya.

Iskandar mengatakan keinginan Pemprov Kepri meningkatkan sumber daya manusia seharusnya diawali dengan memperbaiki kinerja pemerintahan, jangan sampai keterlambatan pembayaran gaji guru terjadi setiap awal tahun. Guru honor dan GTT memiliki kontribusi yang besar dalam meningkatkan SDM di Kepri.

"Mereka memiliki kewajiban yang sama dengan guru ASN, tetapi hak mereka kerap terlambat dibayar," katanya.

Iskandar menegaskan gaji guru honor dan GTT tidak dapat ditunda-tunda.

Ia berharap Pemprov Kepri dalam pekan depan sudah membayar gaji guru honor dan GTT.

"Siapkan dana yang cukup untuk membayar gaji guru setiap awal bulan," katanya.

Sebelumnya, Sekretaris Disdik Kepri, Damsiri, mengatakan, gaji dan tunjangan untuk para guru biasanya dibayar pada Maret atau April, dan selanjutnya berjalan normal.

"Ada administrasi keuangangan yang harus diselesaikan.Ini membutuhkan waktu. Kami harap para guru dapat bersabar," katanya.

Damsiri mengatakan, kondisi yang sama juga terjadi pada tahun sebelumnya.  Gaji guru SMA sederajat dan SLB pada awal tahun 2017 baru dibayar pada Maret atau April.

"Sejauh ini tidak ada hambatan di Disdik Kepri. Kalau anggarannya sudah ada, pasti didistribusikan kepada para guru," ujarnya.

Damsiri mengemukakan, sebagian guru-guru honor juga sampai sekarang belum menandatangani kontrak. Jumlah guru honor atau GTT sekitar 2.400 orang, sedangkan guru yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sekitar 2.600 orang.

"Jumlahnya mencapai 5 ribuan orang. Kami berharap seluruh guru tetap bekerja secara maksinal," katanya.

Ia mengatakan, ASN juga sampai saat ini belum menerima tunjangan. Kondisi ini juga sama seperti awal tahun 2017.(asikk1)