BPS: Tingkat Kemiskinan di Kepri Fluktuasi Baik

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Pusat Statistik mencatat tingkat kemiskinan di Provinsi Kepulauan Riau pada periode tahun 2012- 2019 secara umum mengalami fluktuasi baik dari sisi jumlah maupun persentase. Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, jumlah masyarakat miskin pada Maret 2018-Maret 2019 mencapai 128.462 orang, naik sebanyak 3.100 orang dibanding September 2018.

"Sementara bila dibanding dengan Maret tahun sebelumnya jumlah penduduk miskin turun sebanyak 3.214 orang," ujarnya. Berdasarkan daerah tempat tinggal, pada periode September 2018-Maret 2019, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sebanyak 5.748 orang, sedangkan daerah perdesaan berkurang sebanyak 2.649 orang.

"Persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 5,15 persen menjadi 5,33 persen. Sedangkan di perdesaan turun sebesar 0,22 dari 11,26 persen menjadi 11,04 persen," katanya. Zulkipli mengemukakan selama periode September 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 4,59 persen, yaitu dari Rp 567.972 per kapita per bulan pada September 2018 menjadi Rp 594.059 per kapita per bulan di bulan Maret 2019.

Sementara pada periode Maret 2018-Maret 2019, garis kemiskinan naik sebesar 6,22 persen, yaitu dari Rp 559.291 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp 594.059 per kapita per bulan pada Maret 2019. Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan, yang terdiri dari garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan bukan makanan.

"Garis kemiskinan dipergunakan sebagai suatu batas untuk mengelompokkan penduduk menjadi miskin atau tidak miskin. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan," ujarnya.

(Asikk1)