Durian Tembaga dan Mentega, Musim Durian di Pulau Bintan

TANJUNGPINANG, DISKOMINFO - Musim durian telah tiba di Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Aroma khas durian mulai tercium, dari kios-kios yang menjajakan si kulit berduri ini. Buah yang memiliki aroma yang khas ini dijual beragam, mulai dari harga satuan hingga dijual per kilo.

Tampak kios-kios yang menjajakan durian, diserbu pembeli. Seperti toko penukaran uang di jalan Pos, Tanjungpinang. Pengunjung ramai di depan toko. Bukan untuk menukar uang, namun untuk menawar durian yang dijajakan.

Durian yang paling di toko itu yang seharga Rp 30 ribu per biji. Lalu ada durian yang dijual Rp 100 ribu per tiga biji. “Tapi kalau durian yang tiga biji Rp 100 ribu ini pasti ada jeleknya. Ada yang busuk. Kalau mau yang bagus, yang perkilo,” ujar penjual, Kamis (4/7).

Ada yang sekilo dibandrol Rp 35 ribu dan adapula yang Rp 60 ribu. Tampak beberapa orang pembeli minta dikemas dalam kotak plastik, agar dapat dibawa menggunakan kapal. Durian juga dapat ditemukan dengan mudah di jalan Bakar Batu.

Disana buah durian ditata rapi pad arak kayu. Pembeli tidak perlu repot memilah durian dari tumpukan. Durian juga telah diberi label. Mulai dari durian kampong, durian mentega maupun durian tembaga. Juga asal durian, seperti durian Gesek.

Durian di Bakar Batu itu juga dijual beragam harga. Ada yang bisa dibawa pulang seharga Rp 200 ribu per lima bijinya. Berbeda dengan di jalan Pos, di Bakar Batu para pedagang menyediakan jajaran meja tempat pelanggan bisa menikmati durian di tempat.

Juga disediakan air minum serta pencuci tangan. “Ayo kak, silahkan dipilih. Ada rambutan juga, manis. Rp 25 ribu saja satu kilo,” sebut pedagang. Di sekitara Batu 9 dan Batu 10 juga dapat ditemukan penjaja durian.

Tak jarang para petani langsung membawa durian dari kebun mereka, dijual menggunakan pick up. Memang musim durian di Pulau Bintan menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang warga Batam khusus datang ke Pulau Bintan, untuk merasakan nikmatnya durian asli Pulau Bintan.