Ratusan Pasien Cuci Darah Setiap Pekan di RSUD Tanjungpinang

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Sebanyak 152 orang penderita gagal ginjal dalam setiap pekan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. "Kondisi ini sudah mengkhawatirkan," kata Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Senin.

Setiap hari ruangan di RSUD Tanjungpinang untuk pasien cuci darah penuh. "Itu baru satu rumah sakit, belum termasuk RS Angkatan Laut dan RSUP Kepri," ujarnya. Rustam mengatakan setiap penderita gagal ginjal wajib cuci darah dua kali sepekan. Kalau ruangan di RSUD Tanjungpinang penuh, mereka dapat cuci darah di RSUP Kepri.

"Biaya cuci darah tidaklah murah. Penderita cuci darah banyak terbantu dengan menggunakan kartu BPJS," tuturnya.

Menurut dia, perilaku hidup yang tidak sehat menyebabkan orang mudah diserang penyakit tidak menular, namun membahayakan, seperti gagal ginjal. Perilaku yang tidak sehat itu seperti tidak rutin berolahraga, sementara aktivitas fisik tubuh dibutuhkan minimal selama 30 menit setiap hari.

Selain itu, pola konsumsi makanan dan minuman juga kurang sehat sehingga mudah diserang penyakit hipertensi, stroke, gagal ginjal dan hepatitis. Warga Tanjungpinang, terutama yang gemar "ngopi dan ngeteh", kerap minum kopi dan teh lebih dari sekali dalam sehari. Kebiasaan ini seharusnya dikurangi karena dapat kelebihan gula.

"Belum lagi minum minuman kaleng yang banyak mengandung gula. Seharusnya, minum air putih minimal 2 liter sehari, terutama saat beraktivitas," katanya. Rustam mengatakan warga juga kebanyakan tidak menyukai sayur-sayuran dan buah-buahan. Terkadang ada warga yang menyukai sayur-sayuran, namun malas memasak.

Pola makanan yang tidak seimbang seperti kelebihan karbohidrat meningkatkan kadar gula dalam tubuh. "Komposisi makanan yang tidak seimbang juga menyebabkan penyakit berbahaya," katanya.

(Asikk1)