Pemprov Kepri Tes Urin Pegawai, Gubernur Kepri Antrean Pertama

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Mendadak saat apel pagi Gubernur Kepri, Nurdin Basirun memerintahkan pejabat eselon IV di lingkungan Pemprov Kepri untuk melakukan tes urin pemeriksaan narkoba. Tes urine tersebut juga diikuti oleh pejabat eselon II yang mengikuti apel pagi, Senin (24/6).

Semua pejabat eselon IV yang hadir saat apel, diminta untuk tinggal dan mengikuti tes urin oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri. Pejabat eselon IV yang tidak mengikuti apel pagi, diminta untuk hadir di Aula Wan Sri Beni untuk melakukan tes.

Tak kalah mendadak, pejabat eselon II juga diminta untuk melakukan tes urin. “Tadi saya bincang dengan Pak Wagub, karena pejabat eselon II hanya sedikit, sekalian saja ikut tes,” ujar Gubernur melalui pengeras suara.


Pejabat eselon II melakukan tes di Ruang Rapat Utama, Lantai IV. Satu per satu pejabat eselon II masuk ke toilet sambil membawa tabung kecil. “Yang pertama ni harus difoto,” ujar Maifrizon, Kadis Pemuda dan Olahraga Kepri yang pertama menyerahkan tabung urin.

Kemudian disusul oleh pejabat eselon II lainnya. Gubernur juga melakukan tes urin. Ia sempat masuk ke toilet, lalu keluar lagi. “Antri pulak di dalam,” ujarnya sambil bercanda. Gubernur kemudian menuju toilet di ruangannya yang ternyata masih terkunci.

Saat menyerahkan tabung miliknya Gubernur bergurau, “Jangan sampai tetukar pulak ye.” Ia kemudian minta agar miliknya langsung dites saat itu juga. Menunggu beberapa saat, ternyata hasil urin Gubernur negative narkoba. “Mantap e. Negatif,” sebut Gubernur.

Ia lalu memperhatikan lebih dari 20 tabung yang tersusun rapi di meja. “Jangan sampai tetukar pulak,” Gubernur kembali mengingatkan. Wagub Kepri dan Sekda juga melakukan tes yang sama. Tes narkoba ini merupakan bagian kerjasama BNN Provinsi Kepri dengan Pemprov Kepri.

Saat ini narkoba menjadi bencana nasional. Di Kepri saja pada 2017 sebanyak 1,7 penduduknya mengalami penyalahgunaan narkoba. “Ada 26.540 orang penyalahguna narkoba selama 2017 di Kepri,” ujar Drs, Richard M Nainggolan, MM, Kepala BNN Provinsi Kepri.

Pada 2018 lalu BNN bekerjasama dengan LIPI, melakukan survey di 16 provinsi. Penilitian dilakukan pada pekerja, rumah tangga dan pelajar. “Kepulauan Riau di Batam. Untuk pekerja, 16 ribu lebih pekerja terpapar narkoba,” jelas Richard.

Richard berharap melalui kerjasama dengan Pemprov Kepri ini dapat menekan angka penyalahgunaan narkoba di Kepri. “Dengan melakukan program di Pemprov, bagaimana ASN menjadi terhindar dari penyalahgunaan narkoba,” sebut Richard.

(Novyana)