Pemprov Kepri harus turut kembangkan SMA swasta

TANUNGPINANG,DISKOMINFO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kepulauan Riau meminta pemerintah setempat melindungi dan turut mengembangkan SMA swasta. Ketua Komisi IV DPRD Kepri Teddy Jun Askara, di Tanjungpinang, Kamis (13/6) mengatakan, permasalahan yang dihadapi setiap tahun saat musim penerimaan pelajar baru.

"Siswa yang masuk SMA swasta, terutama yang baru berkembang, hanya sedikit," ujarnya.

Ia mengemukakan selama ini SMA swasta cukup berperan dalam meningkatkan kualitas pelajar. Karena itu, Kepri membutuhkan sekolah swasta untuk meningkatkan kualitas SDM sehingga pemerintah daerah harus memberi ruang yang luas agar siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri dapat bersekolah di-SMa swasta.

"Sekolah swasta itu memiliki fungsi antara lain membantu pemerintah meningkatkan kualitas SDM. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah memberi stimulus agar sekolah swasta berkembang," katanya.

Dalam beberapa tahun terakhir, Teddy mengatakan  DPRD  Kepri menerima banyak keluhan dari pemilik atau pengelola SMA swasta, salah satunya berhubungan dengan jumlah siswa baru yang diterima di sekolah negeri kelebihan kapasitas. Hal ini yang menyebabkan beberapa sekolah swasta hanya mendapatkan sedikit siswa baru.

Semestinya, kata dia pihak sekolah melaksanakan ketentuan terkait ambang batas siswa yang diterima.

"Jika hanya punya kemampuan untuk menerima 35 orang, jangan dipaksakan menjadi 40-45 orang. Yang ingin saya sampaikan intinya adalah kebijakan yang diambil harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Selain permasalahan itu, Teddy juga menyoroti soal kesejahteraan guru-guru swasta. Sebaiknya, pemda memberi insentif untuk para guru swasta untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

"Perlu juga diberi insentif Rp500.000 atau berapa pun disesuaikan dengan kemampuan anggaran," katanya.

Teddy mengatakan dalam waktu dekat akan mengundang pemilik dan pengelola SMA swasta. Dalam rapat itu, ia akan mengingatkan pihak pengelola sekolah swasta tidak hanya mengejar keuntungan, melainkan juga peningkatan kualitas pendidikan.

"Sekolah swasta harus membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu seperti tidak membebani mereka dengan biaya sekolah," katanya.

(Asikk1)