Kepri inflasi 1,01 persen

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Pusat Statistik mencatat Provinsi Kepulauan Riau inflasi 1,01 persen. Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Senin (10/6), mengatakan, inflasi saat itu disebabkan kenaikan harga barang menjelang Idul Fitri 1440. "Inflasi di wilayah itu terjadi karena kenaikan indeks harga konsumen dari 137,18 pada April 2019 menjadi 138,56 pada Mei 2019," katanya.

Zulkipli mengemukakan inflasi Kepri merupakan gabungan dari indeks harga konsumen Batam dan Tanjungpinang. Inflasi di Kota Batam mencapai 1,03 persen, sedangkan Kota Tanjungpinang 0,89 persen. Kota Batam dan Kota Tanjungpinang menduduki peringkat ke 9 dan ke 10 dari 23 kota yang mengalami inflasi di Sumatra.

 "Sementara inflasi tahun kalender (Januari-Mei 2019) sebesar 1,51 persen. Inflasi tahun ke tahun (Mei 2019 terhadap Mei 2018) sebesar 4,08 persen," ujarnya.

Berdasarkan  kelompok indeks harga konsumen, kata dia inflasi yang terjadipada Mei 2019 disebabkan oleh naiknya indeks enam kelompok yaitu kelompok bahan makanan naik sebesar 3,22 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,39 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,05 persen, kelompok sandang naik 0,26 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,22 persen, serta kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 1,00.

Sedangkan kelompok yang tidak mengalami kenaikan dan penurunan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga.

(Asikk1)