Dinkes Pastikan Penderita Cacar Monyet Belum Ditemukan di Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau (Dinkes Kepri) memastikan sampai sekarang belum menemukan orang yang menderita penyakit cacar monyet, meski upaya antisipatif tetap dilakukan. Kepala Dinkes Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Kamis (16/5), mengatakan, isu terkait seorang warga asing dirawat di salah satu rumah sakit swasta di Batam karena positif cacar monyet, tidak benar.

Saat ini, menurut dia negara terdekat Kepei yang sedang menangani penderita cacar monyet yakni Singapura. "Ada 24 orang warga asing, 18 orang di antaranya berkebangsaan Nigeria, dirawat di Singapura secara intensif karena mengidap penyakit itu. Kita khawatir virus itu dibawa penderita ke Kepri, karena wilayah ini berdekatan dengan Singapura maupun Malaysia," katanya.

Upaya pencegahan tetap dilakukan, terutama di pintu keluar masuk wilayah ini, meski belum ditemukan ada warga asing yang terinfeksi virus cacar monyet. Pengawasan di pelabuhan, contohnya, dilakukan oleh tim kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan. Tim kesehatan di pelabuhan juga dilengkapi alat pendeteksi suhu tubuh manusia.

"Hari ini kita sudah rapat dengan berbagai pihak terkait pencegahan dan penanganan cacar monyet. Kita sudah sepakati langkah-langkah penanganannya, meski tidak kita harapkan penyakit itu masuk ke Kepri," ujarnya.

Salah satu langkah awal penanganan cacar monyet yakni pengenalan cacar monyet. Seluruh tim kesehatan, termasuk kepala puskesmas wajib mengetahuinya. Kepala puskesmas harus lebih rajin mengawasi pasien, terutama yang memiliki gejala yang sama dengan cacar monyet.

"Di Kepri sudah ada ruang khusus penanganan cacar monyet. Dokter khusus yang menangani penyakit ini juga ada," katanya.

(Asikk1)