Rekapitulasi suara Provinsi Kepri tiga kali ditunda

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Rapat pleno rekapitulasi suara tingkat Provinsi Kepulauan Riau tadi malam sempat menimbulkan polemik lantaran sudah tiga kali ditunda. Penundaan rapat pleno tingkat provinsi disebabkan KPU Batam belum menyelesaikan tugasnya hingga Minggu malam (12/5), sementara berdasarkan UU Nomor 7/2017 tahapan rekapitulasi suara tingkat provinsi berakhir 25 hari setelah pemungutan suara atau tepat pukul 00.00 WIB pada 12 Mei 2019.

Saksi dari partai politik maupun saksi dari peserta pemilu dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat provinsi di salah satu hotel di Tanjungpinang, Minggu malam (12/5), berbeda pendapat terkait dilanjutkan atau ditunda rapat tersebut.

Saksi dari PKB, Partai Golkar dan Nasdem menginginkan rapat rekapitulasi suara dilaksanakan Senin (13/5) pukul 09.00 WIB. Alasannya, saksi partai dan caleg tidak memiliki data. Sedangkan saksi dari calon DPD RI Haripinto dan Darma Setiawan menginginkan tetap dilaksanakan malam ini. Mereka khawatir penundaan rapat pleno melanggar tahapan pemilu yang diatur dalam UU Nomor 7/2017.

Ketua KPU Kepri Sriwati cenderung sepakat rapat pleno dilaksanakan besok. Alasannya, KPU Kepri juga tidak memiliki data rekapitulasi suara penghitungan perolehan suara tingkat KPU Batam. Sriwati menjelaskan KPU Batam masih menyelesaikan rekapitulasi suara tingkat Kecamatan Sagulung, dan dipastikan malam ini dapat diselesaikan.

"Malam ini dipastikan selesai. Begitu selesai, data-data rekapitulasi langsung dibawa ke Tanjungpinang. Kami minta pihak kepolisian untuk mengawalnya," ujarnya. Setelah mendengar pendapat para saksi, KPU Kepri memutuskan rapat pleno ditunda hingga Senin (13/5) pukul 09.00 WIB.

(asikk1)