PBB tolak hasil Pemilu 2019 di Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Partai Bulan Bintang (PBB) menolak hasil Pemilu 2019 di Provinsi Kepulauan Riau karena menemukan banyak permasalahan yang tidak terselesaikan sampai sekarang. Ketua Komite Pemenangan Pemilu PBB Kepri, Agus Salim, dalam rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi di Tanjungpinang, Kamis, kesalahan atau pelanggaran yang terjadi selama pemilu merugikan PBB, karena itu PBB menolaknya.

Penolakan itu disampaikan Agus secara resmi melalui pernyataan di formulir, yang diserahkan kepada Ketua KPU Kepri, Sriwati. "Kami menolak seluruh proses dan hasil pemilu di Kepri. Kami minta Bawaslu Kepri merekomendasikan pemungutan suara ulang atau sekurang-kurangnya menghitung kembali suara peserta pemilu dari mulai tingkat terbawah," kata Agus yang juga Ketua DPC PBB Tanjungpinang.

Agus meninggalkan ruang rapat setelah menyerahkan pernyataan keberatan kepada Ketua KPU Kepri Sriwati. Di luar ruang rapat, Agus menyatakan kecurigaan pemilu tidak dapat berjalan maksimal mulai dirasakan pada hari pemungutan suara. KPPS bekerja di luar batas normal manusia sehingga ditemukan banyak kesalahan dalam pendataan suara pemilih.

Pada hari pemungutan suara, KPPS bekerja mulai pukul 07.00 WIB hingga besok pagi. "Banyak kesalahan penghitungan suara yang menyebabkan kami dirugikan," tegasnya.

Komisioner KPU Kepri Arison mengatakan seluruh rangkaian pemilu dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk perpanjangan waktu penghitungan suara di TPS merupakan kebijakan dari KPU RI. Keberatan yang diajukan Agus diterima KPU Kepri, namun tidak akan menghentikan rapat pleno rekapitulasi suara tingkat provinsi. "Rapat pleno tetap dilaksanakan selama dua hari. Kemungkinan diskor kalau rekapitulasi suara di Batam belum selesai," kata Arison.

(asikk1)