14 partai di Tanjungpinang belum laporkan dana kampanye

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Sebanyak 14 dari 16 partai politik di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau belum melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanye.

Ketua KPU Tanjungpinang Aswin Nasution, di Tanjungpinang, Selasa (30/4), partai yang belum melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanye terancam dibatalkan sebagai peserta pemilu.

Sementara dua peserta pemilu yang sudah melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanye yakni Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera.

Tahapan penyampaian laporan  penerimaan dan penggunaan dana kampanye berakhir pada Rabu 1 Mei 2019 pukul 16.00 WIB. Meski I Mei 2019 merupakan hari libur, laporan penerimaan dan penggunaan dana kampanye tetap wajib diberikan, karena KPU memberlakukan hari kalender.

"Kami sudah melaksanakan kewajiban, menyampaikan kepada seluruh pengurus partai secara resmi. Bahkan kami secara informal atau pribadi agar segera melaporkan penerimaan dan penggunaan dana kampanye," ujarnya.

Aswin mengingatkan peserta pemilu untuk memperhatikan tahapan itu sehingga tidak dicoret sebagai peserta pemilu. Pencoretan partai sebagai peserta pemilu memberi pengaruh buruk bagi caleg yang memperoleh suara yang signifikan.

"Jangan main-main dengan aturan ini, nanti menyesal," tegasnya.

Caleg tersebut dapat dicoret sebagai caleg terpilih sebagai anggota DPRD Tanjungpinang karena kepersertaan partai politik pada pemilu dicoret. Kondisi tersebut diharapkan tidak terjadi agar tidak sia-sia perjuangan yang dilakukan selama pemilu.

"Di kabupaten dan kota lainnya, laporan awal dana kampanye ada sejumlah partai tidak laporkan laporan awal dana kampanye sehingga dibatalkan sebagai peserta pemilu di daerah tersebut. Untuk tahapan itu di Tanjungpinang semuanya laporkan," ucapnya.

(Asikk1)