Dorong Pertanian di Ibukota Kepri, Wali Kota Tanjungpinang Imventarisir Lahan Kosong

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Guna mendongkrak sektor pertanian di Ibukota Provinsi Kepri, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul menyebut pihaknya akan menginventarisir lahan tidur untuk kemudian dimanfaatkan oleh petani.

"Melalui lurah, camat, kita akan menginvetarisir lahan kosong yang tidak dimanfaatkan untuk kemudian dimanfaatkan oleh petani," demikian disampaikan Wali Kota Syahrul, Selasa (2/4).

Menurutnya, dari data yang diperoleh, pihaknya melalui Dinas Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan, Kecamatan serta Kelurahan akan mengupayakan jalinan kerjasama penggunaan lahan oleh petani.

"Dulu, waktu zaman pemerintahan Pak Lis, lahan pertanian jagung di Dompak itu juga sifatnya pinjam pakai," terang Syahrul.

Pinjam pakai ini nantinya dia sebut akan dibuat sebuah perjanjian dengan masa pemakaian minimal 5 tahun.

Senin (1/4) lalu, Syahru bersama wakilnya Rahma melakukan temu wicara bersama sejumlah anggota kelompok tani di Dompak. Dalam pertemuan itu Syahrul menegaskan keberadaan petani dalam memajukan sektor pertanian sangat dibutuhkan Tanjungpinang yang bukan sebagai daerah penghasil.

"Selama ini sayur dan buah di Tanjungpinang didatangkan dari Jawa dan Sumatera. Kita berharap hasil pertanian di Tanjungpinang dapat menutupi kebutuhan masyarakat sehingga tidak lagi bergantung dari luar daerah," paparnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Tanjungpinang Raja Khairani menegaskan jika kultur tanah di Tanjungpinang memiliki potensi yang baik untuk mengembangkan sektor pertanian.

Di Tanjungpinang dia sebut saat ini terdapat 23 kelompok tani yang mengupayaan berbagai jenis tanaman holtikultura di atas lahan seluas sekitar 400-500 hektar.

(Asikk3)