Batam Deflasi Terendah di Sumatra

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Pusat Statistik mencatat Batam pada Maret 2019 mengalami deflasi 0,01 persen, terendah di Sumatra.

Kepala BPS Kepri Zulkipli, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan, dari 23 kota indeks harga konsumen di Sumatra, tercatat 16 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh sebesar 0,39 persen, dan inflasi terendah terjadi di Kota Dumai sebesar 0,07 persen.

"Deflasi tertinggi terjadi di Kota Pangkal Pinang sebesar 0,76 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Batam sebesar 0,01 persen. Kota Tanjungpinang dan Kota Batam menduduki peringkat ke 4 dan ke 7 dari 7 kota yang mengalami deflasi di Sumatra," ujarnya.

Bila dilihat dari 82 kota IHK, kata dia tercatat 51 kota mengalami inflasi dan 31 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Ambon sebesar 0,86 persen dan inflasi terendah terjadi di Kota Bekasi dan Kota Tangerang sebesar 0,01 persen.

Kota Tanjungpinang dan Kota Batam dari 31 kota yang mengalami deflasi se-Indonesia menduduki peringkat ke 13 dan ke 31, katanya.

BPS  mencatat Kepri pada Maret 2019 mengalami deflasi 0,05 persen. Deflasi di Kepri disebabkan penurunan indeks harga konsumen dari 137,00 pada Februari 2019 menjadi 136,93 pada Maret 2019.

Sementara inflasi tahun kalender (Januari - Maret 2019) sebesar 0,31 persen. Inflasi tahun ke tahun (Maret 2019 terhadap Maret 2018) sebesar 2,71 persen.

"Deflasi di Kepri terbentuk dari 2 kota indeks harga konsumen yakni Kota Tanjungpinang dan Kota Batam mengalami deflasi masing-masing sebesar 0,28 persen dan 0,01 persen," ujarnya.

Deflasi tertinggi di Sumatra terjadi di Kota Tual sebesar 3,03 persen, dan deflasi terendah terjadi di Kota Batam, Kota Palembang dan Kota Sampit sebesar 0,01 persen.

Zulkipli mengemukakan, perkembangan indeks harga konsumen menurut kelompok pengeluaran yakni dari 339 komoditas yang menyusun inflasi Kota Batam, 68 komoditas mengalami kenaikan harga dan 36 komoditas mengalami penurunan harga.

Sedangkan untuk Kota Tanjungpinang, dari 341 komoditas yang menyusun inflasi, sebanyak 44 komoditas mengalami kenaikan harga dan 58 komoditas mengalami penurunan harga.

Dari tujuh kelompok pengeluaran barang dan jasa yang menyusun indeks harga konsumen Kepri pada Maret 2019, deflasi yang terjadi pada saat itu disebabkan oleh turunnya indeks dua kelompok yaitu kelompok bahan makan sebesar 0,30 persen, dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan turun sebesar 0,07 persen.

Sebaliknya, terdapat lima kelompok yang mengalami kenaikan indeks yaitu  kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik sebesar 0,14 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik sebesar 0,05 persen, kelompok sandang naik sebesar 0,03 persen, kelompok kesehatan naik sebesar 0,05 persen, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga naik sebesar 0,10 persen.

(Asikk1)