140 Pelaku IKM Kepri Ikuti Bimtek Kewirausahaan Kementrian Perindustrian

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Sebanyak 140 pelaku industri kecil menengah (IKM) di Kota Batam dan Tanjungpinang mengikuti bimbingan teknis kewirausahaan dilaksanakan Kementrian Perindustrian RI.

Bimtek dilaksanakan  di Hotel Comforta, Tanjungpiang, Kamis (28/11/2019) hingga 1 April 2019 mendatang.

Hadir pada pembukaan kegiatan diantaranya Direktur Direktur Indrustri Kecil Menengah Logam Elektronika dan Alat Anggkut Kementrian Perindustrian Endang Suhartini, Anggota Komisi IV DPR RI Nyat Kadir, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang Samsudi, Ketua Dekranasda Batam Marlin Agustina Rudi, serta sejumlah pejabat di ligkup Pemko Batam dan Tanjungpinang.

Direktur Direktur Indrustri Kecil Menengah Logam Elektronika dan Alat Anggkut Endang Suhartini menjelaskan, para peserta yang merupakan pelaku IKM ini akan diberikan bimbingan meliputi pengelolaan hasil laut, makanan ringan, pengolahan kopi, perbengkelan kendaraan roda dua, perbaikan handphone, pembuatan kain tenun dan konfeksi.

"Para peserta akan diberikan sejumlah materi tentang kewirausahaan teknis pemasaran dan produksi. Megenai perizinan nantinya akan dibantu oleh Dinas setempat," ujar Endang dalam sambutannya.

Selain diberikan bimbingan teknis, pada kesempatan ini Kementrian Perindustrian juga menyerahkan fasilitasi alat perbengkelan kendaraan roda 2 untuk IKM Tanjungpinang, serta alat bantuan tenun serta alat konfeksi untuk IKM Batam. Bantuan diserahkan secara simbolis.

Sementara itu, Anggota Komisi VI DPR RI Nyat Kadir menjelaskan, pelatihan kewirausahaan ini dianggap sangat penting guna menopang ekonomi masyarakat serta menumbuhkan wirausaha baru di Tanjungpinang dan Batam.

"Dipilihnya Batam dan Tanjungpinang mengingat kedua kota ini masyarakatnya dinamis," kata Nyat Kadir.

Mantan Wali Kota Batam ini menegaskan jika kegiatan serupa telah dilaksanakan selama 4 tahun terakhir dan dianggap berhasil. Selain menciptakan wirausaha baru,  pemberian keterampilan menjadi salah satu jalan dalam  mengatasi pengangguran.

"Jangan hanya berharap jadi pegawai karena tidak mudah dan terbatas. Harus tetap berusaha. Salah satunya berwirausaha," ujar Nyat.

Ia berharap, para peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius sehingga nantinya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh. Dia juga mengharapkan para peserta dapat memanfaatkan permodalan yang disediakan pemerintah melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

(Asikk3)