Angka Penderita Kanker Payudara Di Kepri Meningkat

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Jumlah angka penderita kanker Payudara di Provinsi Kepri dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Hal ini dilihat dari total penderita kanker yang berada di empat Rumah Sakit terbesar di Provinsi Kepri jumlahnya terus bertambah.

Hal ini disampaikan Dokter Patologi dan Anatomi Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib Dr.Diah Marianingrum,M.Kes.SP.PA di Tanjungpinang, Kamis (28/3).

Menurut Dr.Dyah, dari data selama tahun 2017 jumlah total penderita kanker payudara di Kepri mencapai 550 penderita. Yangmana, untuk penderita kanker Payudara jinak sebanyak 350 pasien dan 200 pasien payudara ganas.

"Data tersebut kita ambil dari empat Rumah Sakit Besar di Provinsi Kepri seperti RSUP Raja Ahmad Thabib, RS Embung Fatimah, RS Awal Bross Batam dan RS Camatha Sahidya Batam," ungkap Dr. Dyah.

Dikatakan Dokter Diah, angka penderita kanker di Provinsi Kepri ini tak hanya didominasi oleh penderita wanita namun juga terdapat beberapa pasien yang berjenis kelamin pria.

Dan untuk rentang umur, penderita kanker payudara di provinsi Kepri dimulai dari Usia 11 tahun hingga 85 tahun.

"Paling banyak pasien yang berumur 40 hingga 55 tahun untuk kanker payudara ganas, sedangkan untuk kanker payudara jinak didominasi rentang usia 20 hingga 35 tahun, rata-rata mereka terlambat mengetahui penyakitnya sehingga terdeteksi setelah sel kanker berkembang di stadium tinggi," ungkap Dr.Dyah.

Untuk itu, Dr Dyah mengharapkan seluruh masyarakat saat ini untuk lebih sadar dan peduli akan kesehatannya khususnya bahaya kanker. Cara terefektif yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka kematian dan peningkatan kehidupan pasien adalah dengan cara preventif atau deteksi dini.

"Karena dengan deteksi dini, dapat mempercepat penanganan dan pengobatan bagi pasien untuk dapat sembuh dari penyakit kanker ini," ungkap Dr.Dyah.

Apalagi, lanjut Dr Dyah saat ini sudah ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, sehingga untuk mendeteksi dini berbagai penyakit kanker tersebut gratis tanpa dipungut biaya.

"Untuk itu, kami mendorong semua masyarakat khususnya yang ada di Provinsi Kepri untuk tidak takut dan sungkan untuk melakukan pengecekan berkala ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat, agar penyakit Kanker tersebut dapat cepat terdeteksi dan mendapat pengobatan yang tepat pula," tegas Dr.Dyah.

Adapun cara-cara mendeteksi dini keberadaan kanker atau tumor payudara baik pada pria maupun wanita dengan mengecek benjolan disekitar bagian bawah payudara. Dan biasanya benjolan ini tidak terasa sakit ataupun nyeri.

"Sehingga masyarakat perlu waspada terhadap adanya benjolan penyebab kanker payudara ini yang disebabkan faktor genetik,pola hidup tidak sehat, kurang bergerak dan makan dan minum tidak sehat atau mengandung formalin," tegas Dr.Dyah sembari menunjukkan bentuk sel Kanker melalui mikroskop.

Dr Dyah yakin dan percaya jika seluruh masyarakat Kepri dapat menerapkan pola hidup sehat dan juga melakukan upaya deteksi dini pencegahan kanker ini dapat menurunkan angka penderita kanker di tahun berikutnya,

"Insyaallah setidaknya grafik stabil atau menurun setiap tahunnya, untuk itu, Ayo Masyarakat segera deteksi Dini ke Rumah Sakit terdekat, agar mendapatkan penanganan yang tepatpula," yngkap Dr Dyah sembari menunjukkan telah lengkapnya alat-alat mendeteksi kanker di RSUP Raja Ahmad Thabib.

(Asikk2)