Wagub Kepri Bakal Meningkatkan Pengawasan di OPD Pemprov Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Wakil Gubernur Kepri Isdianto merasa malu lantaran tidak dapat berbuat banyak untuk kepentingan masyarakat. Ia pun meminta maaf atas keterbatasannya.

"Hari ini genap setahun saya menjabat sebagai Wagub Kepri, mendampingi gubernur. Saya malu karena selama memegang amanah itu, saya tidak dapat berbuat banyak untuk masyarakat," kata Wagub di Wisma Wagub di Gedung Daerah Tanjungpinang, Rabu (27/3)

Keterbatasan kewenangan membuat ruang geraknya pun terbatas sehingga tidak dapat memenuhi keinginan masyarakat. Sebagian masyarakat yang ditemui memahami kondisi Wagub Kepri yang hanya berperan dalam pengawasan di pemerintahan. Ia berharap seluruh masyarakat mengerti dengan kondisinya.

"Peran pengawasan sudah saya laksanakan, dan terus saya laksanakan. Tentu butuh dukungan masyarakat agar pemerintahan ini senantiasa berjalan dengan baik," ucapnya.

Meski demikian, Wagub mengatakan dirinya tetap berupaya untuk dekat dan mendengar aspirasi masyarakat. Kebutuhan masyarakat yang penting dan dibutuhkan diperjuangkannya agar direalisasikan pemerintah.

"Dalam segala keterbatasan saya ini, saya tetap berupaya memperjuangkan aspirasi masyarakat," katanya.

Wagub mengemukakan hasil dari kegiatan pengawasan terkadang tidak berjalan optimal lantaran masih ada kepala dinas menganggap sebelah mata kapasitas Wagub Kepri. Sebagai contoh, pengawasan di bidang pertambangan, sekitar tiga bulan lalu Wagub sudah mengingatkan Kepala Dinas ESDM dan Kepala Dinas PTSP untuk berhati-hati dalam bekerja.

Peringatan itu seharusnya dilaksanakan oleh oleh kedua dinas dengan mengejar sumber permasalahan sehingga tahu di mana  letak kelemahannya.

"Tutupi kelemahan itu, perbaiki kesalahan, jangan sampai jadi permasalahan. Tetapi itu tidak diindahkan sehingga menimbulkan permasalahan, yang mengakibatkan kedua kepala dinas tersebut kena sanksi berupa lepas jabatan," tegasnya.

Terkait pembagian tugas antara gubernur dan wakil gubernur, Wagub sudah pernah membahasnya bersama Gubernur Nurdin Basirun. Menurut dia, Gubernur Nurdin mengijinkannya untuk mengambil langkah-langkah yang tepat untuk kepentingan masyarakat.

"Gubernur mengatakan apa yang jadi keputusannya adalah keputusan wagub juga. Sebaliknya, apa yang jadi keputusan wagub, menjadi keputusan gubernur juga," katanya.

(Asikk1)