Baby Lobster tangkapan Koarmada I dilepas di perairan Natuna - Kepri

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Baby lobster hasil tangkapan Tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I akan dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti di Perairan Natuna  Provinsi Kepri.

Komandan Lantamal IV melalui Kepala Dinas Penerangan, Mayor Samuel Pontoh, di Tanjungpinang, Kamis (21/3), mengatakan, berdasarkan hasil pencacahan Kantor Karantina KKP Batam, sebanyak 304.354 ekor baby lobster yang dibungkus dalam 1.483 kantong plastik yang terbagi dalam 33 kotak jenis pasir berjumlah 295.236 ekor dan 3 kotak jenis mutiara berjumlah 9.118 ekor.

Harga jual baby lobster diprediksi dengan harga Rp46,1 miliar, dengan rincian, seekor baby lobster jenis pasir dijual dengan harga Rp150.000 dan jenis mutiara seharga Rp200.000.

"Ibu Susi menurut informasi yang kami dapat sudah berada di Natuna," katanya.

Ia menjelaskan penangkapan penyeludupan baby lobster ini sudah dua kali dilakukan dalam sepekan terakhir. Pekan lalu, tim berhasil menangkap baby lobster senilai Rp36 miliar yang akan diseludupkan ke Singapura.

"Semalam upaya penyeludupan baby lobster kembali terjadi di perairan Batam menuju Singapura, namun berhasil digagalkan Tim gabungan Fleet One Quick Response (F1QR) Koarmada I yang terdiri dari Den Intel Koarmada I, Guskamal Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam pada Rabu 20 Maret 2019," katanya.

Penyeludupan dengan menggunakan kapal cepat dengan kapasitas mesin 200 Pk sebanyak empat buah.

"Penangkapan speed boat yang akan melakukan penyeludupan baby lobster tersebut terjadi di Perairan Pasir Toga (Selat antara Pulau Combol dan Pulau Sugi) setelah Tim Gabungan F1QR Koarmada I menerima informasi intelijen bahwa akan adanya penyeludupan baby lobster menggunakan speed boat dari Batam menuju Singapura," katanya.(asikk1)