Pemkot Tanjungpinang - Kepri Belum Temukan Solusi Atasi Krisis Air

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Pemerintah Kota Tanjungpinang belum menemukan solusi untuk mengatasi krisis air yang melanda ibu kota Kepulauan Riau itu sejak beberapa pekan lalu.

"Kita tidak punya hutan, tidak ada sumber air baku dengan kapasitas besar. Ya, berdoa minta hujan jalan terbaik untuk saat ini," kata Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono, di Tanjungpinang, Rabu (20/3).

Menurut dia, penghijauan yang dilakukan selama ini belum membuahkan hasil. Sementara kawasan hutan di Tanjungpinang kondisinya sudah rusak. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga dan melestarikan hutan sehingga Tanjungpinang memiliki sumber air baku yang baik di Sei Pulai.

Dalam kondisi sekarang, harapan satu-satunya yakni DAM di Pulau Dompak, Tanjungpinang, yang dibangun Pemprov Kepri.  Itu pun masih membutuhkan waktu cukup lama dalam prosesnya. "Memang ada DAM di Dompak, tetapi "kan butuh waktu yang lama agar bisa digunakan," tuturnya.

Pelaksana Harian Direktur PDAM Tirta Kepri, Budi Yadi mengatakan kondisi Sei Pulai, sumber air bersih yang dikelola PDAM Tirta Kepri pun terancam kering. Padahal PDAM Tirta Kepri hanya mengelola sumber air bersih dari Sei Pulai, Kabupaten Bintan setelah Waduk Gesek mengering. Sekarang Waduk Gesek sudah dicemari air laut.

Persoalan lain muncul, karena volume air di Sei Pulai setiap hari berkurang 4 CM. "Saat ini volume air di Sei Pulai tinggal 2,3 meter, besok tinggal 2,26 meter," ujarnya.(asikk1)