BKKBN Kepri berupaya tekan laju pertumbuhan penduduk

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Kepulauan Riau (BKKBN Kepri) berupaya menekan laju pertumbuhan penduduk.

Dalam rapat kerja daerah program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK), yang dipimpin Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Kepri, Mediheryanto, di Tanjungpinang, Rabu (20/9), mengatakan strategi yang harus dicapai pihaknya dari 2015 hingga 2019, salah satunya menurunkan rata-rata laju pertumbuhan penduduk (LPP) dari 1,38 persen per tahun pada 2015 menjadi 1,21 persen per tahun pada 2019. 

Selain itu, kata dia BKKBN Kepri juga  harus menurunkan total Fertility Rate (FR) per perempuan usia reproduksi dari 2,37 persen pada 2015 menjadi 2,28 persen pada 2019.

"Kami harus mampu meningkatkan Contraceptive Prevalence Rate (CPR) semua metode dari 65,2 persen menjadi 66 persen dan   menurunkan kebutuhan ber KB tidak terlayani dari jumlah pasangan usia subur dari 10,6 persen di 2015 menjadi 9,91 persen di 2019," katanya.

BKKBN Kepri harus menurunkan Age Spesifik Fertility Rate (ASFR) dari 46 pada 2015 menjadi 38 per seribu perempuan kelompok umur 15 hingga 19 tahun pada 2019.

Lembaga ini harus pula menurunkan persentase kehamilan yang tidak diinginkan pada wanita usia subur dari 7,1 per tahun di 2015 menjadi 6,6 persen pada 2019.

"Untuk mencapai sasaran tersebut, perlu dilakukan Rapat Rakerda program KKBPK Kepri. Ini untuk meningkatkan dukungan Kementerian/Lembaga, Pemda dan mitra kerja dalam mewujudkan kualitas hidup manusia dan keluarga di Provinsi Kepri, melalui program KKBPK yang terintegrasi,” ujarnya. (Asikk1)