Melihat Upaya Petani Dompak - Kepri Bertani di Lahan Bauksit

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Dua kelompok tani (Poktan) di Kelurahan Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang, mengusahakan perkebunan di atas lahan bekas pertambangan bauksit.

Dua kelompok tani itu, Kelompok Harapan Jaya di Tanjung Moco dan Kelompok Bunga Mawar di Sungai Sudip, mengelola sejumlah tanaman holtikultura, menyulap tanah merah gersang menjadi bentang hijau menghasilkan tanaman semisal cabai, melon, tomat, kacang panjang, semangka, beraneka sayur basah serta sejumlah tanahan holtikultura lainnya.

Ketua Poktan Harapan Jaya, Katimun (51) menjelaskan, upaya itu mereka lakukan di lahan-lahan kosong tidak dimanfaatkan yang umumnya berada di kawasan bekas tambang. Luas lahan diolah beragam, hingga 2 hektar per orang.

Menurutnya, semua jenis holtikultura berpotensi ditanami di atas lahan bauksit. Pupuk yang memadai disebut mampu memberikan hasil yang baik. "Kami menggunakan pupuk kandang dicampur MA-11 atau EM4," jelasnya, Senin(18/3/2019).

Tidak ada persoalan mengembangkan pertanian kecuali keterbatasan sumber air untuk menyiram tanaman atau hujan yang bisa menggerus lahan.

Ketua Poktan Bunga Mawar, Abdul Hamid secara terpisah menjelaskan. Adalah penting memahami kandungan tanah mengingat lahan yang mereka tempati memiliki unsur Kalium tinggi.

Kandungan itu menentukan jenis tanaman yang cocok ditanam. "Tanaman yang cocok menurut kami adalah jenis umbi-umbian dan holtikultura lainnya," kata dia.

Sejauh ini, Katimun dan Hamid menyebut upaya mereka bersama kelompok taninya relatif berhasil. Sayur dan buah-buahan yang dihasilkan tergolong mampu mendongkrak perekonomian keluarga.

"Modal yang paling penting adalah semangat," tegas Hamid. (Asikk3)