Diskominfo Kepri Sosialisasi KSP kepada mahasiswa UMRAH

TANJUNGPINANG, DISKOMINFO - Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Kepulauan Riau menyosialisasikan Kepri Smart Province (KSP) kepada puluhan mahasiswa Jurusan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Senin.

"KSP dibangun dengan teknologi canggih untuk mewujudkan visi Gubernur Kepri," Kepala Bidang Pengelolaan Komunikasi Publik Diskominfo Kepri, Iskandar Zulkarnaen Nasution.

Iskandar mengatakan KSP menyajikan berbagai informasi yang dibutuhkan masyarakat. Bahkan di lembaga yang dikendalikan Kominfo Kepri itu dapat dipergunakan mahasiswa maupun organisasi lainnya untuk kepentingan lainnya yang masih berhubungan dengan informasi, promosi produk, pelatihan-pelatihan dan kegiatan lainnya yang mencerdaskan masyarakat.

"Kami akan fasilitasi. Akhir bulan ini akan diselenggarakan pelatihan jurnalistik oleh mahasiswa," katanya.

Selain menyosialisasikan produk KSP, Iskandar juga mengingatkan mahasiswa untuk mewaspadai informasi hoaks yang tersebar di media sosial.

Ia mengemukakan penyebaran informasi hoaks melalui media sosial yang merugikan seseorang atau lembaga tertentu memiliki konsekwensi hukum sehingga tidak boleh dianggap sepele.

"Memproduksi atau menyebarkan informasi hoaks melalui media sosial melanggar UU ITE, dapat dikenakan sanksi minimal 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar," ujarnya.

Iskandar juga mengingatkan mahasiswa untuk cerdas dan bijak menggunakan media sosial. Mahasiswa jangan sekali-kali menyebarkan informasi yang belum dibaca dan juga belum diketahui kebenarannya.

Sejumlah kasus pelanggaran UU ITE melibatkan mahasiswa dan pelajar. Ada mahasiswa yang terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian karena hanya membaca judul yang bagus, namun tidak membaca isi tulisan yang menyudutkan institusi tertentu sebelum menyebarkannya.

Ada pula mahasiswa yang menambah kalimat-kalimat yang menyudutkan lembaga tertentu pada video yang dipublikasi di akun media sosialnya sehingga ditangkap pihak kepolisian.

Meski dihapus, kata dia gambaraupun video di media sosial tetap ada, dan bisa didapatkan jika dibutuhkan. Karena itu, masyarakat harus bijak dan cerdas menggunakan media sosial karena dapat dilacak melalui jejak digital.

"Apakah masyarakat dapat menggunakan media sosial dengan baik dan menguntungkan? Sangat bisa. Gunakan media sosial secara bijak sehingga tidak merugikan diri sendiri maupun orang lain. Promosi kegiatan usaha di media sosial lebih baik, daripada menghujat orang lain di media sosial," katanya.(asiik1)