Ekspor Kepri Februari Turun 28,89 Persen

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS Provinsi Kepri bahwa nilai ekspor Provinsi Kepri pada Februari 2019 mengalami penurunan 28,89persen di bandingkan Januari 2019.

Hal ini disampaikan Kepala BPS Provinsi Kepri Zulkipli di Tanjungpinang, Jumat (15/3). Dikatakan Zulkipli, nilai ekspor Kepri pada Februari 2019 mencapai US$ 724,54 juta.

"Penurunan nilai ekspor ini dikarenakan terdapat penurunan ekspor di dua komoditas baik itu ekspor migas dan non migas," tegas Zulkipli. Untuk ekspor migas, disampaikan Zulkipli US$373,76 juta atau turun 24,61 persen dibanding Januari 2019.

"Sedangkan ekspor nonmigas Kepri pada Februari mencapai US$ 350,78 juta atau turun 32,93 persen dibandingkan bulan sebelumnya," ungkap Zulkipli.

Sementara itu, untuk ekspor nonmigas HS 2 digit ditandai dengan komoditas golongan barang mesin atau peralatan listrik sebesar US$91,66 juta, sedangkan secara komulatif pada Januari hingga Februari 2019 ekspor Kepri mencapai US$203,40.

" Dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 23,28 persen," ungkap Zulkipli. Zulkipli menambahkan, untuk ekspor Februari masih didominasi tujuan ke negara tetangga Singapura sebesar US$430,05juta.

"Dengan kontribusi  komulatif Januari-Februari 2019 mencapai US$1.097,42 juta dengan kontribusinya mencapai 62,95 persen," tegas Zulkipli kembali.

Zulkipli juga menambahkan bahwa untuk ekspor Provinsi Kepri pada Januari hingga Februari 2019terbesar melalui Pelabuhan Tarempa US$265,13 juta; diikuti Pelabuhan Batu Ampar US$343,39 juta;pelabuhan belakang Padang US$ 301,78 juta ; PelabuhanSekupang US$203,10 juta; dan Pelabuhan Kabil/Panau US$158,77juta. 

"Kontribusi kelima Pelabuhan terhadap komulatif ekspor Januari-Februari 2019 sebesar 90,18 persen," tambah Zulkipli dalam Realease Berita Statistik BPS provinsi Kepri.(asikk2)