Bawaslu - KPU Kepri Waspadai Peretas

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Badan Pengawas Pemilu dan Komisi Pemilihan Provinsi Kepulauan Riau (Bawaslu dan KPU Kepri) mewaspadai peretas sistem yang sudah dibangun.

"Pengalaman pemilu sebelumnya, bukan hanya KPU yang perlu mewapadai "hacker", melainkan juga Bawaslu Kepri. Potensi itu peretasan sistem itu dapat saja terjadi," kata Komisioner Bawaslu Kepri Indrawan, di Tanjungpinang, Kamis (14/2).

Indrawan mengatakan data "software" dibutuhkan untuk mempermudah kerja Bawaslu dan KPU Kepri. Data digital juga meningkatkan kinerja perangkat penyelenggara pemilu di daerah-daerah di Kepri, apalagi wilayah ini terjadi dari pulau-pulau.

Karena itu, sistem digital dibutuhkan, meski tetap mengacu pada data dari hasil kegiatan manual.

Karena itu, kata dia KPU Kepri, serta KPU kabupaten dan kota di wilayah itu, harus memastikan sistem komputeralisasi yang dibangun kuat sehingga tidak dapat diretas.

Menurut dia, KPU tampak terus-menerus meningkatkan sistem keamanan agar tidak mudah diretas oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

"Peretasan sistem kepemiluan dapat menimbulkan kekacauan sehingga perlu diawasi secara ketat," ujarnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kepri  mengatakan sistem komputerasi yang dibangun KPU RI sampai ke provinsi, kabupaten dan kota, berlapis. Karena itu sistem penyimpanan data software sulit diretas.

Jika terjadi kerusakan atau diretas "hacker", kinerja KPU RI maupun KPU tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota tidak terlalu terganggu, karena sistem komputeralisasi ini sebagai alat bantu, bukan perlengkapan utama.(asikk1)