Ekspor karet Bintan,Kepri menggeliat

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Ekspor karet lempengan di Bintan mulai menggeliat, kata Kepala Badan Karantina Pertanian Tanjungpinang Kementerian Pertanian Ali Jamil, di Tanjungpinang, Jumat.

Industri pengelolaan karet lempengan milik PT Pulau Bintan Djaya pada tahun 2018 berhasil mengekspor karet sebanyak 14,9 juta kg atau senilai Rp268,3 miliar.

Ia mengatakan, PT Pulau Bintan Djaya akan mengekspor karet lempengan dengan tujuan Amerika, Korea, Kanada, Cina dan Italia sebanyak 1.048.880 Kg dengan nilai 1.379.424,26 dolar Amerika atau Rp19 miliar.

"Pada pelepasan ekspor keempat ini perusahaan itu akan mengekspor karet ke Amerika, Korea, Kanada, Cina dan Italia. Ini capaian yang luar biasa," ujarnya saat acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian dalam program Ayo Galakkan Ekspor Generasi Millenial Bangsa  (Agro Gemilang).

Pulau Bintan, kata dia selama ini terkenal dengan kandungan bauksit hingga menjadi incaran berbagai negara, namun siapa yang sangka di balik kandungan bauksit pada tanah yang notabene tidak subur itu ternyata pulai ini juga menyimpan potensi komoditas perkebunan yang berkualitas ekspor, sehingga bisa menjadi produk andalan dari Bintan untuk menambah devisa negara.

Selain karet lempengan, Karantina Tanjungpinang juga melakukan sertifikasi untuk ekspor babi potong dari hasil peternakan PT Indo Tirta Suaka yang berlokasi di Pulau Bulan dengan tujuan ekspor ke Singapura sebanyak 2.505 ekor dengan nilai Rp8 miliar.

Pada tahun 2018, kata dia ekspor Babi dari Pulau Bulan tujuan Singapura berjumlah 270.832 ekor dengan nilai ekonomi Rp866,7 miliar. Ekspor komoditas arang dengan tujuan Malaysia dengan nilai Rp127 juta untuk sekali pengiriman sebanyak 8,5 ton.

Ekspor komoditas arang dengan tujuan Malaysia dengan nilai Rp127 juta untuk sekali pengiriman sebanyak 8,5 ton.

"Sertifikasi ini tentunya untuk menjamin bahwa komoditas pertanian tersebut aman dan bebas dari OPT/OPTK maupun HPHK sebagai persyaratan lalu intas media pembawa yang dikehendaki Negara tujuan," kata Kepala Balai Karantina Pertanian Tanjungpinang Donny Muksydayan.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyatakan mendukung kegiatan ekspor komoditas pertanian dari Kepri karena posisi daerah yang strategis.

“Kita akan melibatkan Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Dinas Pariwisata untuk melakukan promosi marketing terhadap komoditas pertanian dari Kepri untuk di ekspor, agar petani di Kepri semakin sejahtera," katanya.(Asikk1)