Penumpang Angkutan Udara Domestik Kepri Turun 16,94 Persen

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kepala badan Pusat Statistik Provinsi Kepri Zulkipli menyebutkan bahwa jumlah penumpang angkutan udara domestik dari Provinsi Kepri pada Januari 2019 mengalami penurunan sebesar 16,94 Persen. Hal ini disampaikan Zulkipli melalui Realease Berita Statistik yang diterima Diskominfo Kepri, Senin (4/3)

Menurut Zulkipli, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepri jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2019 tercatat sebanyak 175.404 orang. "Atau mengalami  penurunan sebesar 16,94 persen dari bulan Desember 2018 yang mencapai 212.200 orang," ungkap Zulkipli.

Sementara itu, lanjut  untuk Januari 2019 juga terjadi penurunan jumlah penumpang angkutan udara internasional yang berangkat, dimana totalnya mencapai 1.597 orang atau turun sebesar 0,93 persen dari bulan sebelumnya.

"Sedangkan untuk jumlah muat bagasi dan barang angkutan udara domestik pada Januari 2019 mengalami penurunan 21,68 persen dari 4.340,52 ton di bulan Desember 2018 menjadi 3.399,68 ton di bulan Januari 2019," tegas Zulkipli.

Zulkipli juga menyampaikan untuk angkutan udara internasional di provinsi Kepri selama Januari 2019 bagasi dan barang yang dimuat mencapai 13,28 ton, mengalami kenaikan 17,79 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Selama Januari 2019 juga, menurut Zulkipli ada sebanyak 336.992 orang embarkasi domestik dari pelabuhan di Kepulauan Riau.

"Jumlah embarkasi penumpang domestik mengalami penurunan 14,84 persen dibandingkan bulan Desember 2018 yang mencapai 395.694 orang," ungkap Zulkipli.

Zulkipli menambahkan, penurunan penumpang angkutan udara ini juga berbanding lurus dengan jumlah penumpang angkutan laut internasional yang naik (embarkasi) pada bulan Januari 2019 mencapai 329.907 orang, turun 36,95 persen dibandingkan Desember 2018 lalu

"Dengan jumlah muat barang  angkutan laut Internasional  pada Januari 2019 mengalami penurunan dari bulan sebelumnya sebesar 22,70 persen,  yaitu  dari  2.568.551,62  ton  menjadi 1.985.401,85 ton," tegas Zulkipli kembali.(asikk2)