Dinkes Kepri: Pengidap HIV Aids Tidak Mungkin Diisolasi

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau menyatakan pengidap penyakit HIV Aids tidak mungkin diisolasi, karena pemerintah tidak memiliki dasar hukum untuk melakukannya.

"Pemerintah tidak memiliki kapasitas untuk mengendalikan penularan HIV Aids secara maksimal," kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin (4/3).

Ia mengatakan, kondisi ini yang menyebabkan penularan virus mematikan itu tidak dapat dicegah, kecuali ada kesadaran diri para penderitanya.

"Perlu pendekatan agama, dan penguatan mental terhadap penderitanya. Ini upaya pencegahan yang cukup efektif," ucapnya.

Penderita HIV Aids sulit dideteksi pemerintah, kecuali para penderitanya memiliki kesadaran untuk memeriksa kesehatannya. Mereka juga sebaiknya meningkatkan keimanan, dan tidak melakukan aktivitas yang dapat menyebabkan penularan

Salah satu penyebab penularan HIV Aids melalui aktivitas seksual. Namun ada kasus lainnya yang menyebabkan orang tertular HIV Aids, seperti dokter atau bidan yang menangani  penderita HIV Aids yang akan melahirkan. Dokter dan bidan dapat tertular penyakit mematikan itu ketika ketuban pecah, dan air masuk ke tubuh dokter atau bidan tersebut.

Kasus dokter yang tertular saat melakukan operasi terhadap pasien yang menderita HIV Aids. Ada juga anak-anak yang masih pelajar SD di Kepri berjumlah 20 orang, yang tertular HIV Aids. Apakah orang-orang yang seperti ini yang diisolasi?" ucapnya.

"Dari data kami, kasus  HIV Aids di Kepri kebanyakan penularannya disebabkan hubungan seksual dan penggunaan jarum suntik untuk narkotika," ujarnya.

"Di Kepri juga ada kasus HIV Aids yang diidap pejabat tertentu. Pejabat tersebut baru diketahui mengidap HIV Aids setelah meninggal dunia," katanya.

Tjetjep mengatakan jumlah penderita HIV Kepri potensial selalu meningkat sepanjang tahun. Hal itu disebabkan para penderita masih beraktivitas, dan berinteraksi dengan berbagai pihak. (asikk1)