Gubernur Kepri Buka Forum Dialog Peningkatan Kesadaran Bela Negara

BATAM - Gubernur Kepri H Nurdin Basirun mengingatkan pentingnya semua pihak menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara. Mengingat saat ini, ancaman perpecahan begitu nyata dan sangat menghawatirkan. “Berbagai ancaman terus menggerogoti kehidupan berbangsa dan bernegara kita.

Karena itu seluruh elemen bangsa saat ini harus kembali kepada komitmen dasar dalam berbangsa dan bernegara,” kata Gubernur saat membuka Forum Dialog Peningkatan Kesadaran Bela Negara Dalam Rangka Penguatan Karakter Bangsa Bagi Aparatur Dan Masyarakat Di Daerah, bertempat di Hotel Golden Bay Bengkong Batam, Rabu (27/2).

Kegiatan yang diikuti  perwakilan dari 12 provinsi se-Sumatera tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Semangat Bela Negara Untuk Menyongsong Pemilu Serentak Tahun 2019 Aman dan Damai”.

Dijelaskan Gubernur, semua pihak sudah harus kembali pada empat pilar berbangsa yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Hanya dengan itulah  kehidupan berbangsa dan bernegara bisa terus utuh terselenggara. Karena satu sama lain terikat dalam komitmen sebagai sebuah bangsa.

Sedang mengenai bela negara, menurut Gubernur hal tersebut menjadi tangggungjawab semua komponen bangsa. Artinya, untuk membela negara dari berbagai ancaman dan gangguan, bukan semata-mata tugas TNI Polri. “Tapi tanggungjawab seluruh elemen bangsa,” tegasnya.

Gubernur juga tidak menampik, di tahun politik seperti sekarang ini, ancaman yang mengarah pada keberlangsungan demokrasi yang aman dan damai, sangat terbuka lebar. Utamanya melalui media sosial dengan menyebarkan berita hoax dan ujaran kebencian.

Sementara itu, Sekretaris Dirjend Politik dan Pendidikan Umum Kemendagri Didi Sudiana juga mengingatkan akan bahaya dan pengaruh teknologi dalam hal ini media sosial  dalam keberlangsungan proses demokrasi yang sekarang tengah kita jalani. Tidak dipungkiri kalau peran media sosial tidak diantisipasi dengan bijak, menjadi ancaman nyata yang bisa mengganggu keberlangsungan proses demokrasi kita menuju pemilu 17 April mendatang. 

Para aparatur harus mengerti dan bisa mengingatkan kepada seluruh masyarakat bagaimana politik uang, politisasi SARA, hoax, fitnah dan ujaran kebencian adalah racun demokrasi. Karenanya atas marak isu isu tersebut, kita harus bisa untuk menolak dan melawan. Hanya dengan melawan dan menolak itu, pesta demokrasi nanti bisa bejalan dengan aman dan nyaman.(HUMAS)