Pembangunan Pelabuhan Parit Rempak Terkendala Faktor Alam

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Terkait dengan komitmen pemerintah Provinsi Kepri dalam  meningkatkan pembangunan infrastruktur khususnya pelabuhan di seluruh kabupaten kota se Provinsi Kepri.

Pemerintah Provinsi Kepri hingga saat ini terus melakukan upaya penyelesaian pembangunan pelabuhan tersebut, salah satunya adalah pembangunan Pelabuhan Parit Rempak di kabupaten Tanjung Balai Karimun.

Menurut Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Perhubungan Provinsi Kepri Teuku Irvan mengatakan bahwa hingga kini pihaknya terus berupaya untuk menyelesaikan pembangunan pelabuhan tersebut.

Namun dalam pembangunan Pelabuhan Parit Rempak ada beberapa kendala yang mengakibatkan mundurnya waktu penyelesaian. “Memang benar ada kendala yang disebabkan oleh faktor alam yakni material yang digunakan untuk menimbun hanyut terkena gelombang,” terang Irvan.

Namun begitu lanjut Irvan , pihaknya akan menggesa penyelesaian pembangunan jembatan tersebut. “Kita akan gesa penyelesaiannya, semoga kedepan tidak ada kendala lagi,” imbuh Irvan.

Sebelumnya, Dalam peninjauannya Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau terus mendukung pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemprov salah satunya dengan melakukan monitoring/pengawasan terhadap pembangunan proyek tersebut.

Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution mengatakan monitoring ini dilakukan agar proyek pembangunan bisa berjalan sesuai dengan target yang telah ditentukan.

“Jika ada kendala dalam pembangunan tersebut kami bisa langsung tahu dan segera mencari solusinya agar pembangunan tersebut bisa selesai sesuai target dan bisa segera digunakan oleh masyarakat,” kata Surya Makmur.

Pembangunan Pelabuhan Parit Rempak sendiri telah dimulai pada tahun 2017 dengan menggunakan anggaran APBD provinsi. “Tahun 2018 anggaran untuk melanjutkan pembangunan pelabuhan ini sebesar Rp 8 miliar,” terang Surya.

Anggota Komisi III Asep Nurdin pada saat peninjauan di lapangan mengatakan bahwa saat ini arus lalu lintas baik barang di Tanjung Balai Karimun sudah terlalu ramai.

 “Jadi pelabuhan ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, untuk itu jangan sampai ada keterlambatan lagi dalam penyelesaiannya,” pesan Asep. Anggota Komisi III yang lain, Irwansyah mengatakan pada tahun 2021 nanti pelabuhan Parit Rempak harus sudah siap sepenuhnya. “Apabila kedepan ada kendala sesegera mungkin diselesaikan agar tidak molor lagi penyelesaiannya,” imbuh Irwansyah.(asikk2)