Kepri Tetap Siaga I DBD

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menetapkan Siaga I Demam Berdarah Dengue (DBD) agar pemberantasan sarang nyamuk dapat dilakukan secara massif. 

Kepala Dinas Kesehatan Kepri, Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Selasa, mengatakan, penetapan Siaga I dalam penanganan kasus DBD setelah dua penderita penyakit itu meninggal dunia.

"Kasus DBD terbanyak terjadi Batam dan Tanjungpinang. Dua penderita DBD yang meninggal dunia berasal dari Batam dan Tanjungpinang," kata Tjetjep.

Menurut dia, kasus DBD di Kepri belum dapat ditingkatkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) lantaran pada empat tahun lalu jumlah kasus penyakit itu lebih tinggi dibanding tahun ini.

Padahal Januari 2019 hingga sekarang jumlah kasus DBD sebanyak 360 kasus. "Mulai akhir tahun 2018 sebenarnya  sudah nampak kasus ini meningkat. Ya, mudah-mudahan jangan sampai KLB," ujarnya.  

Tjetjep mengemukakan penetapan Siaga I DBD untuk membuka mata pemerintah dan masyarakat agar  bersama-sama menjaga lingkungan rumah dan sekitar rumah bersih dari sarang nyamuk. Secara teknis, kepala daerah, camat,lurah,kades,RT dan RW yang lebih memiliki kapasitas untuk mengajak masyarakat memberantas sarang nyamuk.

"Perang terhadap nyamuk tidak dapat hanya dilakukan oleh pemerintah tingkat atas, melainkan harus diikuti hingga di tingkat RT dan RW," ucapnya. Pemberantasan sarang nyamuk harus dilakukan di rumah, dan di sekitar lingkungan rumah.  Jadi percuma kalau rumah kita bersih dari sarang nyamuk, sementara rumah tetangga masih ada sarang nyamuk, katanya.

Tjetjep mengatakan Gubernur Kepri Nurdin Basirun sudah melayangkan surat kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk mengajak masyarakat bersama-sama memberantas nyamuk dengan cara memastikan tidak ada jentik-jentik di sekitar rumah.

Pemkot Tanjungpinang dan Pemkot Batam sudah memulai kegiatan gotong-royong membersihkan seluruh wadah tempat nyamuk berkembang biak. "Semestinya gotong-royong itu dilanjutkan hingga di tingkat RT," katanya.(asikk1)