Wagub Kepri Tinjau Cagar Budaya Makam Tua Bintan

BINTAN - Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto didampingi kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Samsuardi, kepala Inspektorat Kepri Mirza serta Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Yeri Suparna meninjau keberadaan situs makam tua yang diduga sebagai cagar budaya yang berada di area tambang baiksit di Kampung Gizi, Bintan Buyu, Kabupaten Bintan, Senin (25/2).

Isdianto mengaku mendengar kabar adanya situs cagar budaya tersebut dari masyarakat. Dan kehadirannya ke lokasi tersebut guna memastikan jika situs cagar budaya tersebut tidak terganggu, apalagi sampai tergusur habis karena aktivitas penambangan. “Tugas saya sebagai Wakil Gubernur adalah pengawasan. Setelah mendengar dari masyarakat, maka saya tergerak untuk melihat langsung di lapangan.

Tentu setelah melihat langsung, ternyata keberadaan cagar budaya ini masih dalam keadaan utuh.  Selanjutnya kita akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan tokoh-tokoh adat setempat guna memastikan keberadaan makam tua ini,” kata Wagub. Pada kesempatan tersebut, Isdianto meninjau lokasi pemakaman tua dimaksud yang hanya ditandai dengan sejumlah batu serta pepohonan. Dipinggir makam tersebut terdapat sebuah olang yang dibikin oleh masyarakat dengan tulisan ‘Makam Timbul 9 Panglime Bintan’.

Adapun 9 nama panglima yang tertulis dalam plangbyang dipasang tersebutadalah Tok Marwah Mangse, Tok Sandang Marwah, Tok Mekar Sejagat, Tok Langi Sejagat,  Tok Galang Ringgi, Tok Bayu Segare, Tok Langi Segare, Tok Sentani Daun (Panglime Mude) dan Tok Sandang Rangge.

Jika informasi dan data yang didapat tersebut benar adanya, Wakil Gubernur berharap agar dilokasi makam  tersebut segera dilakukan pembenahan. Yakni upaya memperindah area makam agar kemudian bisa menjadi salah satu cagar budaya yang ramah wisata. “Jika ini benar maka saya rasa memang perlu dibikin batu miring keliling are ini. Kemudian makamnya dibersihkan dan ditata layaknya makam-makam cagar budaya lainnya hingga menjadi salah satu destinasi wisata,” kata WAgub.

Dengan demikian, lanjut Wagub, selain indah, juga akan ada  manfaatnya bagi masyarajat dan bagi pemerintah Kabupaten Bintan. “Sekarang ini kita blm tahu bentuk asli dari makam-makam yang ada. Karena hanya berupa batu dan pepohonan. Selanjutnya kita teliti dulu, baru kemudian kita ambil tindakan selanjutnya,” kata Wagub.

Sementara itu, Wagub enggan menanggapi persoalan aktivitas tambang yang beroperasi di area pemakaman tersebut. Dia menegaskan jika kehadirannya hanya untuk melihat keberadaan situs cagar budaya yang diinformasikan masyarakat setempat tersebut. “Sementara ini kita fokus masalah makam tua ini saja dulu ya. Masalah lainnya, seperti aktivitas tambang dan lainnya, kita perlu koordinasikan dengan Dinas Pertambangan dan sebagainya,” tutup Wagub kepada Wartawan yang hadir di lokasi pada kesempatan ini.(HUMASKEPRI.ID)