Demam Berdarah di Kepri Capai 360 Kasus

TANJUNGPINANG, DISKOMINFO -  Kasus demam berdarah dengue (DBD) pada Januari 2019 hingga sekarang mencapai 360 kasus, yang tersebar di Tanjungpinang, Batam, Karimun, Lingga dan Bintan, kata Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Tjetjep Yudiana.

Penderita demam berdarah paling banyak di Batam dan Tanjungpinang, ucap Tjetjep di Tanjungpinang, Senin.

Ia menambahkan dua orang penderita DBD meninggal dunia di Tanjungpinang dan Batam. Jumlah kasus demam berdarah sangat tinggi pada tahun ini bila dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2018, total kasus DBD mencapai 500, sedangkan pada awal tahun ini sudah mencapai 360 kasus. 

Sementara di Natuna dan Kepulauan Anambas tidak terdapat penderita DBD. Hal itu disebabkan pemukiman warga tidak terlalu padat, dan warga tidak memberi ruang bagi nyamuk untuk berkembang biak.

"Jangan jadikan rumah sebagai ternak nyamuk. Buang air pada wadah, bersihkan bak mandi secara rutin," ucapnya.

Kasus demam berdarah mengalami kenaikan tinggi sejak Oktober 2018 hingga sekarang. Penyebabnya, lingkungan rumah dan sekitar rumah masih terdapat genangan air sehingga nyamuk berkembang biak.

"Virus dengue yang dibawa oleh nyamuk," ujarnya.

Ia mengatakan upaya yang perlu dilakukan yakni bersama-sama menciptakan lingkungan rumah yang bersih, dan tidak ada sarang nyamuk. Upaya yang dilakukan satu atau beberapa keluarga mencegah nyamuk berkembang biak tidak akan berhasil bila tetangganya tidak melakukan hal yang sama.

Hal itu disebabkan nyamuk dalam waktu sebentar dapat berpindah tempat.

Karena itu, Tjetjep memberi apresiasi kepada Pemkot Batam yang akan menyiapkan perda untuk menekan angka penderita DBD. Bagi warga yang kedapatan jentik-jentik di rumah akan dikenakan sanksi.

"Itu langkah tepat demi masyarakat," tuturnya.

Ia juga mengapresiasi Pemkot Tanjungpinang yang mengajak jajarannya dan warga untuk bergotong-royong membersihkan rumah dari sarang nyamuk. Namun hal itu harus diikuti camat, lurah hingga di tingkat RW dan RT secara rutin sehingga kondisi lingkungan tidak ada sarang nyamuk.

"Itu yang belum terlihat. Jika ingin menangani masalah ini seharusnya dimulai dari hulu, dari rumah dan lingkungan sekitar rumah, bukan dari hilir," ujarnya.(asikk 1)