Wisata Halal Bukan Hanya Kuliner

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Kepri sedang menggesa pengembangan pariwisata halal. Namun ternyata pariwisata halal tak hanya soal kuliner saja. Mulai dari makanan hingga toilet, diatur sesuai syariat Islam. Namun pariwisata halal tak hanya untuk muslim saja.
“Pariwisata halal ini aspeknya luas. Tapi orang image-nya selama ini kuliner. Tapi tak apa juga dimulai dari kuliner,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Drs. Buralimar M.Si, Jumat (15/2).

Pariwisata halal ini sudah mulai dilirik oleh negara-negara lain, termasuk Thailand. Malaysia sudah lebih dulu menerapkan dan menarik wisatawan halal dari Timur Tengah. Pariwisata halal ini mengatur segala aspek mulai dari makanan hingga toilet.

“Misalnya di hotel itu kolam renang misalnya ada pembatasan antara laki-laki dan perempuan. Ada tempat ibadah laki-laki dan perempuan dipisah. Sampai ke toilet juga diatur. Biasanya muslim itu berbuat apa-apa dari kanan, kalau dari kiri kan susah. Tapi belum sampai sejauh itu,” jelas Buralimar.

Saat ini Kepri fokus mengemas pariwisata yang sudah ada, menuju pariwisata halal. Bukan pekerjaan mudah, namun Kepri bertekad akan memulai secara perlahan. Sebagai langkah awal, Dinas Pariwisata Kepri menunjuk Pulau Penyengat sebagai destinasi pariwisata halal di Kepri.

“Saya maunya Penyengat. Areanya jelas, masyarakatnya jelas 99 persen itu muslim. Spotnya banyak menyangkut wisata religi,” sebut Buralimar. Disamping itu pariwisata halal juga dianggap mampu mendatangkan pendapatan bagi Kota Tanjungpinang.

“Kalau untuk industri atau perekonomian rasanya Tanjungpinang berat. Jadi melalui sektor pariwisata ini bisa mengangkat PAD. Tapi kalau Tanjungpinang sendirian akan berat. Jadi kita keroyokan, Pemprov buat apa, Tanjungpinang buat apa, Kemenpar buat apa,” tambah Buralimar.

Diharapkan nantinya ada investor yang akan membangun hotel untuk pariwisata halal. Di Jakarta dan Bandung sudah ada hotel serupa, yang pendapatannya cukup baik. Namun jangan dikira hotel seperti ini khusus hanya untuk wisatawan muslim saja.

“Bukan berarti orang non muslim tidak bisa datang. Mereka lebih yakin. Kalau sudah ditetapkan wisata halal, orang non muslim pun yakin,” sebut Buralimar. “Wisata halal itu memang untuk orang banyak,” tambah Hendri Karnoza, Kabid Destinasi Area 4 pada Kementerian Pariwisata.(Novyana)