Kepri Kembangkan Pariwisata Halal

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Pariwisata halal bakal menjadi wisata yang diperhitungkan di dunia. Tak ingin ketinggalan, Kepri mulai merancang pariwisata halal. Diharapkan dapat menggaet wisatawan mancanegara (Wisman) asal Timur Tengah.

“Pariwisata halal menjadi salah satu program prioritas Kementerian Pariwisata sejak tahun 2016 dan telah dibentuk Tim Pengembangan Percepatan Pariwisata Halal,” ujar Hendri Karnoza, Kabid Destinasi Area 4 pada Kementerian Pariwisata, Jumat (15/2).

Kementerian Pariwisata telah menetapkan 11 destinasi pariwisata unggulan. Kepri termasuk diantaranya, yang diharapkan mampu menggaet pasar pariwisata halal dunia. Pariwisata halal kini dianggap sebagai pasar baru yang menjanjikan.

Apalagi MasterCard-Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) 2015 mencatat, pada tahun 2014 pasar wisatawan Muslim di dunia memiliki nilai sebesar 145 miliar USD. Dengan 108 Juta perjalanan wisatawan yang telah berkontribusi sebesar 10% dari keseluruhan Ekonomi Pariwisata dunia. 
Padahal pariwisata halal tadinya hanya berawal dari pasar ceruk (niche market), yaitu pasar muslim yang memiliki kebutuhan khusus dalam kegiatan wisata yang dikaitkan dengan syariat agama (ibadah). “Pada kenyataannya pasar wisatawan muslim merupakan populasi terbesar kedua di dunia, bahkan terbesar di Indonesia,” tambah Hendri.

Apalagi GMTI memproyeksikan tahun 2020, jumlah wisatawan muslim dunia mencapai 158 juta. Dengan total pembelanjaan sebesar USD 220 miliar atau setara Rp 3.080 triliun dengan pertumbuhan 6 persen per tahun. Pertumbuhan tersebut diharapkan terus meningkat menjadi USD 300 miliar atau setara Rp 4.200 triliun pada 2026.

Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan halal tourism dunia ke Indonesia tahun ini sebanyak lima juta. Atau tumbuh 42 persen dari tahun lalu yang sebanyak 3,5 juta. Target lima juta wisman halal tourism itu mencapai 25 persen dari target kunjungan 20 juta wisman pada tahun ini.

Kepri diharapkan dapat berkontribusi besar, mengingat saat ini termasuk tiga besar pintu masuk Wisman ke Indonesia. “Sasaran kita Timur Tengah,” ujar Kadis Pariwisata, Drs. Buralimar M.Si. Apalagi Wisman asal Timteng termasuk besar dalam mengeluarkan uang saat berwisata.

“Rata-rata Wisman Timteng itu menghabiskan 2500 USD per hari saat berwisata. Sekali berwisata, rata-rata 12 hari. Bisa dikalikan saja berapa,” sebut Haryadi Darmawan Wisnu Tamtomo, Tim Penyusun Rencana Aksi Pengembangan Wisata Halal Regional 1.(Novyana)