4 Sekolah di Bintan Gunakan Jaringan VSAT Untuk Pelaksanaan UNBK

BINTAN,DISKOMINFO - Empat sekolah di Kabupaten Bintan menggunakan jaringan VSAT (Very Small Aperture Terminal) untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2019.

Dalam bahasa Inggris, VSAT merupakan singkatan dari Very Small Aperture Terminal, adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. Fungsi utama dari VSAT adalah untuk menerima dan mengirim data ke satelit.

Sekolah di Bintan yang menggunakan jaringan VSAT untuk pelaksanaan UNBK tahun ini adalah SMP 10 di Tanjung Berakit, SMP 20 di Pulau Pucung, serta SMP 8 dan SMP 24 di Teluk Sebung.

Kepala Dinas Pendidikan Bintan, Tamsir menjelaskan, VSAT untuk penyelenggaraan UNBK tahun 2019 di empat sekolah tersebut mengingat memang tidak memiliki fasilitas jaringan internet.

"VSAT di sekolah tersebut bantuan dari pemerintah pusat melalui dinas pendidikan," ujarnya, Kamis (14/2).

Di hadapan sejumlah kepala sekolah di Kantor Dinas Pendidikan Bintan, Tamsir menyebut pihaknya menargetkan seluruh sekolah yang ada di Bintan untuk menerapkan sistem UNBK. Ini dia sebut karena dinilai memang efektif, efisien dan lebih murah.

"Bayangkan kita tidak perlu mencetak kertas, tidak perlu melakukan pembiayaan untuk menukar silang pengawas ujian karena soal dan jawaban terkomputerisasi dan hasilnya dapat diketahui saat itu juga. Artinya pengawasan tidak diperlukan sebegitu ketat mengingat sistem UNBK memang menuntut kejujuran siswa dalam menjawab soal," paparnya.

Naik Signifikan

Tahun 2019 ini, jumlah sekolah melaksanakan sistem UNBKmengalami kenaikan cukup signifkan dibanding tahun sebelumnya. Tahun 2019, di Bintan ada 26 sekolah menyelenggarakan UNBK, naik seratus persen lebih dibanding 2018 yang hanya 11 sekolah.

Tamsir merinci, 26 sekolah melaksanakan UNBK ini terdiri dari SMP negeri dan swasta sebanyak 19 sekolah, dan MTS sebanyak 7 sekolah.

Selain itu, ada 16 SMP menyelenggarakan UNBK mandiri, 3 sekolah masih menumpang di SMA/SMK, sedangkan MTs terdiri dari 1 sekolah penyelenggara mandiri dan 6 sekolah masih menumpang di MA dan SMA.

Tamsir menjelaskan, cukup tingginya peninkatan jumlah sekolah yang melaksanakan UNBK disebabkan adanya sarana infrastruktur komputer dan jaringan yang telah disiapkan sejak awal.

"Komputer dan jaringannya ini dianggaran lewat APBD dan APBN," jelas Tamsir.

"Untuk sekolah di Tambelan diupayakan tahun depan. Sarananya sedang kita persiapkan," ujar Tamsir.

Sebagaimana diketahui, Ujian Nasional SMP/MTs tahun ini dimajukan, menjadi lebih cepat, yakni pada 22-25 April 2019. (asikk3)