BEA CUKAI KEPRI MUSNAHKAN BARANG PENEGAHAN RP10,6 MILIAR

KARIMUN,DISKOMINFO - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Khusus Kepulauan Riau (Kepri) musnahkan beraneka jenis barang penegahan hasil penindakan tindak pidana penyelundupan senilai Rp10,6 miliar, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp21.165.207.150.

Kepala Kanwil Ditjen Bea Cukai Khusus Kepri Agus Yulianto di kantornya, Kamis, mengatakan, barang-barang yang dimusnahkan, antara lain berbagai jenis rokok Kawasan Bebas Batam sebanyak 1.454.560 batang.

"Itu merupakan hasil penindakan pada Februari 2019," ujarnya.

Selain itu, rokok sebanyak 645.200 batang juga dimusnahkan. Rokok itu dari Kawasan Bebas Batam yang diangkut kapal ceparmt tanpa nama dan SB Elang Laut pada Januari 2019.

"Berbagai merek minuman beralkohol sebanyak 3.048 botol, 13.8848 kaleng yang merupakan hasil penindakan Februari-Desember 2018, 12.294 botol hasil penindakan terhadap kapal pengangkut LCT Hansen," katanya.

Pemusnahan barang hasil penegahan itu dilakukan di Kanwil BC Kepri, dengan cara dihancurkan menggunakan alat berat, dibakar dan dikubur dalam tanah disaksikan sejumlah pejabat terkait.

Barang-barang yang dimusnahkan tersebut tidak memenuhi persyaratan impor maupun ekspor atau tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan, dan tidak mengantongi izin dari instansi berwenang.

Sementara itu, terkait barang tangkapan berupa kayu teki sebanyak 1.006 batang, hasil penindakan sejak Februari 2018 tidak dimusnahkan, tetapi dihibahkan untuk Yayasan Persekutuan Gereja Pantekosta Kabupaten Karimun.

Kayu teki tersebut dihibahkan karena dalam kondisi masih bagus dan diharapkan bisa memberikan manfaat kepada masyarakat. (asikk1)