Gubernur Kepri Ajak Warga Jaga Budaya, Tonjolkan Kearifan Lokal

TANJUNGPINANG,DISKOMINFO - Gubernur H Nurdin Basirun mengajak semua elemen masyarakat di berbagai lintas agama, etnis, suku dan budaya di Kepulauan Riau untuk terus bersatu. Dengan  bersatu maka Kepri akan semakin kuat. “Kuat dalam artian berhasil memaksimalkan potensi dari segala lini pembangunan demi tercapainya kesejahteraan dan kemakmuran daerah,” ujar Gubernur saat menghadiri Imlek Perayaan Sembahyang Thikong Tahun 2570/2019 di depan Vihara Batra Sasana, Jl.Merdeka, Tanjungpinang (12/2) malam.

Untuk itu, Gubernur meminta masyarakat untuk tidak mudah terpecah, tidak cepat terprovokasi ditengah maraknya isu-isu negatif dan penyebaran hoax yang semakin gencar terjadi. “Ditengah perbedaan dan keberagaman yang dimiliki Kepri saat ini, bersatu merupakan keharusan untuk mencapai tujuan tersebut,” lanjut Gubernur. Kebudayaan juga menjadi nilai penting yang menurut Gubernur harus terus dijaga dan dilestarikan keberadaannya,  sehingga dapat menjadi warna dan daya tarik bagi daerah. Gubernur mencontohkan kawasan Kota Lama, Pemerintah terus berupaya untuk menciptakan iklim pembangunan yang positif agar dapat kembali berkembang sehingga terjadi pemerataan disemua sektor. “Zaman boleh terus berkembang pesat, namun kita harus bangga punya budaya kita sendiri, buat terus berkembang dengan mengedepankan kearifan lokal sehingga menjadi daya tarik baru bagi daerah,” pesan Gubernur.

Sementara itu, Wakil Walikota Tanjungpinang Hj Rahma mengatakan bahwa rangkaian dari perayaan Imlek setiap tahunnya ini menjadi keunikan tersendiri bagi Ibu Kota Kepri, yang mana beragam suku dan kaum masyarakat berbaur berkumpul bersama menyambut suka cita. “Ini mengisyaratkan bahwa Imlek mampu menyatukan kita semua,” ujar Rahma. Terutama daerah Kota Lama yang menurut Rahma bahwa Pemko Tanjungpinang akan terus mengupayakan untuk kembali di bangkitkan lagi geliatnya agar mampu terus bersumbangsing bagi perekonomian daerah.

Kemudian, Tokoh Masyarakat Tionghoa Bobby Jayanto mengatakan bahwa pafa perayaan tahunan ini selain menjadi ajang ibadah bagi umat tionghoa namun juga di selingi dengan acara hiburan lain yang ramai dihadiri masyarakat diberbagai kalangan, menjadikan bukti bahwa Tanjungpinang dengan keberagaman masyarakatnya dapat hidup aman dan damai. “Kita lihat bahwa ini menjadi bukti bahwa disini masyarakat dapat hidup damai aman dan nyaman ditengah keberagaman,” ujar Bobby.

Perayaan Sembahyang sendiri berjalan dengan meriah, tampak ratusan masyarakat memadati lokasi acara untuk menyaksikan perayaan tahunan tersebut. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk tahun ini sebelum masuk ke acara puncak, beberapa atraksi baru disajikan selain tentunya atraksi barongsai antara lain sepeti Marching Band, Kuda Lumping serta hiburan musik lainnya.