Kawasan Pemakaman Panglima Bintan Rusak

BINTAN,DISKOMINFO - Sejumlah lokasi pemakaman ksatria dan Raja Bintan (Bentan) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau rusak parah akibat aktivitas penambangan bauksit.

Pemangku adat Bintan, Datok Huzrin Hood, di Bintan, Rabu, mengatakan, lokasi pemakaman bersejarah itu seharusnya dijaga bersama, bukan malah dirusak.

Lokasi pemakaman nyaris hancur baru diketahui publik sejak beberapa pekan lalu.

Lokasi pemakaman para ksatria dan Raja Bintan itu antara lain berada di Gisi dan Tanah Merah, Desa Penaga. Di lokasi itu antara lain terdapat makam sultan, Hang Tuah, dan sembilan Panglima Bintan.

Huzrin menegaskan orang yang merusak makam para kesatria dan Raja Bintan adalah orang yang tidak menghargai sejarah. Padahal para ksatria dan Raja Bintan sangat berjasa terhadap negeri ini sehingga cukuplah generasi yang ada sekarang mengenang dan menghargainya.

Huzrin mengatakan para keturunan ksatria dan Raja Bintan marah terhadap permasalahan itu. Kemarahan itu potensial menimbulkan konflik yang membesar jika para pengambil kebijakan tidak segera menghentikan aktivitas pertambangan bauksit.

Mereka pun telah melaporkan permasalahan itu kepada pihak yang berwenang.

"Hentikan tambang bauksit di lokasi bersejarah," katanya.

Huzrin segera membentuk tim bernama Hulubalang Pencari Fakta. Permasalahan itu akan dilaporkan kepada pihak yang berwenang. "Pasti kita laporkan kepada pihak yang berwajib," tegasnya. (asikk1)